Duet Ferdinand & Pavel Senjata Baru PSM

Ferdinand Sinaga berebut bola dengan pemain Mitra Kukar.(FOTO: RILL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – PSM Makassar kini memiliki senjata baru, yakni duet Ferdinand Sinaga dan Pavel Purishkin.  Meski tanpa William Jan Pluim kehadiran kedua pemain ini diyakini serangan PSM tetap berkualitas.

Saat PSM menjamu Perseru Serui pada pekan ke-21 di Stadion Mattoangin, Rabu (23/8/2017) malam Pluim harus absen karena akumulasi kartu kuning.

Tapi, pelatih PSM, Robert Alberts tidak begitu risau. Sebab di tengah masih ada Marc Anthony Klok yang bisa berperan sebagai playmaker. “Saya juga akan memainkan Pavel Purishkin sejak menit awal. Ia akan mendampingi Ferdinand Sinaga di depan,” kata Robert, Senin (21/8/2017).

Robert menjelaskan di beberapa latihan reguler, duet Ferdinand dan Pavel semakin padu. Baginya duet ini  merupakan senjata baru PSM di putaran kedua.

“Tipe Pavel berbeda dengan Reinaldo. Pavel lebih banyak bergerak mencari bola. Bersama Ferdinand dia akan menyulitkan Perseru Serui,” katanya.

Ferdinand pun mengakui hal itu. Eks striker Persib Bandung ini menyebut Pavel memiliki visi bermain yang baik. “Kami mulai saling mengenal karakter masing-masing. Ini bakal memudahkan kami melakukan koordinasi dalam melakukan serangan,” tutur Ferdinand.

Bagi PSM, duel melawan Perseru wajib dimenangkan. Selain untuk menjaga tren positif pada awal putaran kedua, Juku Eja juga butuh modal untuk menambah kepercayaan diri menghadapi tiga laga berikutnya.

Ketiga laga itu adalah menghadapi tuan rumah Arema FC (30/8/2017), menjamu PS TNI (10/9/2017) dan bertandang ke Sriwijaya FC (17/9/2017).

Tapi, Robert enggan berkomentar banyak soal tiga laga ke depan yang terasa sulit bagi skuadnya. Ia menegaskan teap fokus menyiapkan strategi menghadapi Perseru.

“Saya juga tidak mau mempermasalahkan andai tidak bisa mendampingi tim saat melawan Perseru,” tegas Robert.

Sebelumya, Robert diusir keluar lapangan saat PSM dijamu Persija Jakarta (15/8/2017). Wasit Bonyadifard Mooud yang memimpin pertandingan menganggap Robert melakukan protes berlebihan usai gol Pluim dianulir.

Penulis : Rill

 

Pos terkait