INFOSULSEL.COM, BANTAENG — Warga Kampung Barombong, Dusun Cipar, Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng resah dengan janji pemerintah setempat yang tidak kunjung melakukan perbaikan jalan yang sudah rusak parah. Akibat janji yang tidak kunjung terealisasi itu, warga setempat kompak memblokade jalan dengan menanami pisang.
“Kami kecewa, karena pemerintah seperti tidak peduli terhadap kami, ini jalan sudah 10 tahun rusak tapi hingga sekarang tidak diperbaiki, hanya janji saja” Kata, Dg Kai selaku tokoh masyarakat setempat, Senin (14/8/17)
Dia melanjutkana akibat jalan rusak ini membuat warga yang umumnya berprofesi sebagai petani sangat kesulitan mengangkut hasil panen untuk dijual pusat perkotaan. Untuk membawa kekota, lanjut dia masyarakat harus menguras biaya yang mahal untuk mengangkut hasil pertaniannya saat musim panen.
“kami sangat terisolir dari pesatnya pembangunan yang ada, ini membuat penghasilan kami semakin rendah karena karena biaya yang saya keluarkan sangat besar untuk tiba dikota,” katanya.
Pada musim hujan, kata dia masyarakat terpaksa turun bersama-sama bergotong royong memperbaiki jalan yang layaknya seperti got atau aliran kanal. untuk dapat diakses, kami dapat diakses kami melakukan penimbunan atau mencarikan aliran pembuangan air. “terkadang akses jalan ini putus karena luapan air,” tuturnya
Warga setempat sangat berharap perhatian pemerintah untuk membangun desa itu seperti desa tetangga lainnya, s bukan hanya untuk mudahkan hasil pertanian, tetapi untuk akses pendidikan bagi anak-anak.
“Anak-anak disini juga banyak yang tidak lanjut sekolah karena kondisi jalan yang rusak, ditambah jaraknya yang jauh,” kata Dg Kai.
adapun jalanan yang rusak para sekitar 2 kilo meter (KM) tersebut merupakan jalan satu-satunya yang menghubungkan ke Desa tetangganya yakni Desa Bonto Lojong dan Desa Kayu Loe, Kecamatan Bantaeng.
Sementara itu kepala dinas PU Syafruddin membenarkan adanya jalan rusak di area itu. Dia berjanji akan benahi secepatnya, “kita akan kerjakan, jalanan itu kita sudah masukkan sebagai program perbaikan jalanan tambahan 2017, namun hingga saat ini pendanaannya belum cair, jika tahun ini dananya tidak cair maka kita masukkan program utama pada tahun depan yakni 2018,”tutupnya.
Penulis : Vina
Editor : Anwar





