RSUD Sayang Rakyat Miliki Ruangan Perawatan Narkoba

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan ground breaking atau peletakan batu pertama Gedung Perawatan Rumah Sayang Anak Bangsa (Mayang Asa) dan meresmikan prasasti Sayang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Rakyat, Kamis (24/8).

Menurut Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Rakyat Sri Fauziah mengatakan, renovasi gedung ini untuk meningkatkan kualitas dan pelayan, sehingga dilakukan penambahan infrastruktur dengan membangun gedung perawatan Mayang Asa.

Bacaan Lainnya

“Pembangunan Gedung ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan tepat setahun lalu (18/8/16) Pak Gubernur. Dimana beliau menjanjikan membangun gedung baru,” kata Sri.

Lanjut Sri, gedung tiga lantai ini diperuntukan sebagai gedung perawatan narkoba. Hasil dai renovasi juga disebut telah menambah daya tampung dari pasien, 15-20 pasien menjadi 100-120 pasien.

” RSUD Sayang Rakyat ini sangat strategis untuk pelayanan korban narkotika, apalagi dengan target menjadi pusat pelayanan kesehatan untuk kawasan Indonesia Timur,”tuturnya.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo melakukan penandatanganan prasasti Sayang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Rakyat

Sementara Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan,  dengan ditambahnya gedung baru diharapkan rumah sakit ini lebih modern dan maju serta menjadi harapan baru untuk masyarakat.

“Rumah sakit ini bisa menjadi maju dan modern serta efisien dalam pelayanan. Jika yang lain hanya berbicara bahaya darurat narkoba,  kita mencarikan jalan keluar dan solusi, ini bagian dari upaya menyelamatkan anak-anak kita,” katanya.

Syahrul juga berharap dengan adanya ini dapat  melakukan terobosan di bidang kesehatan. Gedung ini menjadi solusi dari gerakan Indonesia bahaya narkoba.  Dia juga memberikan motivasi kepada seluruh pegawai, bahwa apa yang mereka kerjakan untuk rakyat dan bangsa adalah merupakan bagian dari sebuah ibadah.”jelasnya.

Sekedar diketahui, Rumah Sakit milik Pemprov Sulsel ini dibangun dan beroperasi pada 2012 dan pad 2016 lalu  mendapat akreditasi dari Komite Akreditasi Rumah Sakit Nasional, dan saat ini kembali dibenahi dengan mengahadirkan ruangan untuk pasien pengguna narkoba.

 

Penulis: Herman

Editor : Anwar

Pos terkait