INFOSULSEL.COM, MAKASSAR-Sulawesi Selatan membutuhkan sekitar 500 orang petugas pendamping desa. Kebutuhan ini untuk menjangkau 2.255 desa yang ada di Sulsel. Pemerintah mengalokasikan Rp 60 Triliun untuk menggaji pendamping desa di indonesia.
Untuk Sulsel, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemprov Sulsel, Mustari Soba menyebnut membutuhkan sekitar 500 pendamping desa. Meski begitu ia belum mendapat kuota pasti dari pusat. “Namun untuk perekrutannya kami akan mulai pada 21 Agustus 2017 ini,” jelas Mustari, Jumat (11/8/2017).
Pendamping desa bertugas sebagai penyelenggaraan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Pendamping desa dibagi dalam tiga kategori, yakni tenaga pendamping profesional, kader pemberdayaan masyarakat desa, dan atau pihak ketiga.
Menurut Mustari Soba, semakin banyak pendamping desa yang direkrut akan mengurangi jumlah pengangguran yang ada di desa. “500 orang juga belum maksimal, karena kita punya 2.255 desa yang butuh tenaga pendamping,” katanya.
Pendampingan Desa secara khusus dibiayai oleh pemerintah pusat. Tahun ini ini pemerintah mengalokasikan dana dari APBN sebesar Rp 60 Triliun yang dikelola oleh Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
Tahun ini, pemerintah pusat menyiapkan 38 ribu tenaga pendamping. Jumlah ini belum ideal. Baru setengah dari jumlah desa yang ada. Dengan begitu, setiap pendamping mendampingi dua sampai lima desa.
Mustari mengaku berupaya agar semakin banyak kuota yang diberikan pusat untuk Sulsel agar mutu masyarakat di desa semakin meningkat.
Penulis : Ril





