Bukan Politisi tapi Birokrat Wakil Fatmawati di Sidrap

Hj Fatmawati Asis RMS, saat memaparkan visi-misinya di hadapan tim penguji pada uji kelayakan yang dilaksanakan desk pilkada DPD Partai Demokrat Sulsel, Senin (21/8/2017).(FOTO: SRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR—  Hj Fatmawati Asis RMS, sudah menutup rapat-rapat bakal calon pendampingnya dari kalangan non birokrat  pada Pemilihan Bupati (Pilbup) Juni 2018. Sebab, politisi berusia 37 tahun itu sudah memutuskan akan didampingi seorang birokrat senior.

Namanya? “Masih rahasia. Tunggu sajalah. Nanti akan ada kejutan,” kata ibu empat anak ini, tersenyum.

Istri Rusdi Masse, bupati dua periode itu memang masih mengunci rapat-rapat nama birokrat yang dimaksud. “Yang pasti birokrat senior dan profesional,” lanjut anggota Komisi V DPR-RI ini kepada INFOSULSEL.COM usai menjalani uji kelayakan yang dilaksanakan desk Pilkada DPD Partai Demokrat Sulsel, Senin (21/8/2017).

Politisi kelahiran Parepare, 9 Mei 1980 ini menyebut  ada dua nama yang mengerucut. “Soal siapa, nanti dilihat. Yang pasti sejalan dengan visi-misi saya. Namanya untuk sementara dirahasiakan,” katanya saat didesak menyebut nama dimaksud.

Fatmawati punya alasan mengapa ia lebih memilih berpasangan dengan seorang birokrat dibanding politisi atau yang lainnya.  ”Saya seorang politisi yang berlatar belakang pengusaha. Karena itu saya memilih birokrat. Jika nanti tepilih jadi bupati, pembangunan bisa tercapai dengan baik jika didampingi birokrat,” ungkap politisi PPP yang terpilih jadi anggota DPR-RI dari Dapil Sulsel III ini.

Fatmawati yakin perpaduan antara politisi dan birokrasi, mampu mensinergikan program-program pemerintah Sidrap kedepan yang berorientasi kepada kepentingan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan.

Langkah Fatmawati maju di Pilbup Sidrap, sebenarnya sudah mulus.  Ada enam partai politik (Parpol) sudah resmi mengusungnya. Enam parpol itu adalah NasDem, PAN, PKS, PPP, PKB dan PBB. Tapi hanya tiga dari enam Parpol pengusung Fatmawati yang punya kursi di DPRD Sidrap. Ketiganya  yakni Nasdem (4), PKS (4) dan PAN (3). Total sudah ada 11 kursi dari  minimal tujuh kursi atau  paling sedikit 20 persen suara dari jumlah kursi yang jadi syarat untuk maju di Pilkada Sidrap.

Di DPRD Sidrap ada 35 kursi. Mayoritas dikuasai oleh Golkar (17 kursi).  Dua partai lainnya Demokrat  (4) dan Gerindra (3).  Ketiga partai ini juga akan diborong oleh Fatmawati.

Dengan begitu tanpa tiga partai besar seperti Demokat, Gerindra maupun Golkar yang total memiliki 24 kursi di DPRD Sidrap, Fatmawati bisa melenggang di hajatan pesta demokrasi lima tahunan itu.

Alumni Universitas Jayabaya, Bogor, 2012 ini sebenarnya tak perlu lagi risau menunggu kendaraan politik lainnya. Sebab jumlah kursi yang disyaratkan sudah lebih dari cukup.  Tapi, bagi Fatmawati, bukan persoalan cukup atau tidak.

Demi melanjutkan jabatan suaminya, Rusdi Masse yang sudah berkuasa selama 10 tahun, Fatmawati mendaftar di semua parpol. “Saya berharap semua parpol mendukung saya. Tapi bukan juga tidak mau memberi kesempatan kepada calon lain. Bukan juga saya ingin bertarung dengan kotak kosong. Dengan banyak Parpol tentu saya bisa lebih mudah membangun Sidrap ke depannya bersama semua parpol pendukung,” papar ibu empat anak ini.

Penulis : Sri Syahril

 

Pos terkait