INFOSULSEL.COM, MAKASSAR–Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) belum dapat tersalurkan dengan maksimal, hal ini dipengaruhi adanya perbedaan data angka kemiskinan yang dipergunakan.
Dirjen Penanganan Fakir Miskin Andi ZA Dulung mengatakan, bahwa penyaluran BPNT selama ini belum bisa maksimal. Dalam penyalurannya terkadang banyak yang tidak tepat sasaran. Dulung melanjutkan bahwa, selama ini dirinya menggunakan data kemiskinan tahun 2016.
Alasannya karena sudah dibagikan secara habis,” kata pada kegiatan Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Hotel Santika, Kamis (7/9/2017).
Lambat laun, beberapa daerah melakukan protes. Mereka menyebut bahwa data angka kemiskinan miliknya berbeda. “Ternyata mereka menggunakan data tahun 2015,” ungkap Dulung.
Parahnya, data tahun 2015 tersebut, merupakan data tahun 2011. Padahal angka yang meninggal dan mobilisasi penduduk sangat dinamis.
Penulis : Wawan
Editor : Anwar





