Mengenang Amin Saleh,  Off Roader Senior dari Sulsel

Amin Saleh masih sempat mengabadikan dirinya bersama anak-anak desa di jalur trail adventure offroad.(Dok Pribadi)

DUNIA otomotif kehilangan salah seorang tokohnya. Amin Saleh (54), salah seorang off roader nasional asal Makassar dan pendiri Indonesia Foo Road Federation (IOF) menghembuskan napas terakhirnya saat tengah beristrahat di sebuah desa kecil di Malino, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (3/9/2017) sore sekitar pukul 16.30 WITA. Saat itu ia baru saja menyelesaikan sebagian jalur trail adventure offroad yang baru ia buka awal Agustus 2017 lalu.

Salah satu jalur yang dilalui Amin Saleh pada trail adventure offroad.(Dok Pribadi)

Matahari di atas langit mulai turun ke ufuk barat ketika Amin Saleh dan kawan-kawan melakukan kegiatan  trail adventure offroad, Minggu (3/9/2017).

Bacaan Lainnya

Suara motor cross dari sejumlah komunitas motor cross masih meraung-raung di atas lintasan jalur offroad yang dirintis Amin Saleh. Jalur yang khusus ia buka saat menggelar trail adventure offroad guna memperingati  HUT RI ke 72. Panjang rutenya sekitar 100-an Kilometer (Km). Membentang dari sebuah desa kecil di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros sampai ke sebuah desa di Malino, Kecamatan Gantarang, kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Untuk menembus jalur ini dibutuhkan waktu sekitar 7 jam.

Amin Saleh membantu mendorong motor kawannya yang terjebak lumpur.(Dok Pribadi

Jalur yang dilalui merupakan kawasan hutan lebat yang masih ‘perawan’. Tracknya cukup menantang. Karena harus menembus hutan belantara di atas pegunungan bebatuan.

Sepanjang lintasan para crosser disuguhi panorama alam yang sangat indah. Suara burung di atas pepohonan dan gemercik air yang jatuh dari sela bebatuan dari atas gunung menuju sungai-sungai kecil semakin menambah eloknya suasana alam. Indah mempesona.  Belum lagi cuacanya yang sangat dingin. Menusuk tulang hingga sum-sum terasa membeku. Hawa dingin itu berasal dari rimbunan pohon yang menyelimuti bebatuan cadas di pegunungan sepanjang jalur.

Amin Saleh masih sempat istrahat di rumah warga sambil ngobrol sesaat sebelum menghembuskan napas terakhrinya. (Dok Pribadi)

Jika pagi menjelang kabut seakan tak pernah mengundurkan diri dari serbuannya. Cuaca cerah dimana mata hari menunjukkan dirinya tanpa dihalangi segumpal awan yang tertutup oleh rindangnya pohon yang begitu lebat. Tiada hari tanpa kabut. Ini yang membuat kelok-kelok seakan tak berujung di jalur yang dirintis oleh Amin Saleh, itu.

Kecintaanya terhadap olahraga otomotif ia padukan dengan kecintaanya terhadap alam. Ini yang menjadi alasan ia membuka jalur baru yang menembus dua kabupaten Maros dan Gowa yang berada di sebelah Timur dan Selatan kota Makassar.

Itulah pula yang mendasarinya mengajak anggota komunitas motorcross menembus jalur yang ia rintis di awal Agustus lalu. Jalur yang dilalui saat menggelar proklamasi offroad dalam rangka merayakan HUT RI ke 72. Dari atas tunggangan kuda besinya para peserta menarik gas sambil menikmati indahnya panorama alam.

Wakil Gubernur yang juga Ketua IOF Sulsel, Agus Arifin Nu’mang saat melayat di rumah duka.

Ya, itulah aksi terakhir Amin Saleh menunggangi motor crossnya bersama kawan-kawannya para pecinta otomotif di Sulsel. Sahabat almarhum merasa sangat kehilangan. Mereka tak menyangka Amin Saleh akan pergi begitu cepat. Lebih tak menyangka lagi karena ia wafat saat sedang melakoni hobbynya itu.

‘’Saya betul-betul merasa kehilangan sahabat saya yang begitu sabar, pengertian dan pekerja keras. Saya kira bukan hanya saya saja yang merasa kehilangan. Semua pencinta otomotif di negeri ini pun merasakan apa yang saya rasakan,” ujar Adi Rasyid Ali, salah satu sahabat Pengawas Pengurus Pusat Indonesia Offroad Federation (Pengawas PP IOF) itu.

ARA, sapaan Wakil Ketua DPRD kota Makassar itu mengisahkan bagaimana perjuangan seorang Amin Saleh membangun dunia otomotif di Sulsel.  Ia mengisahkan suatu hari di tahun 1977 ketika ibunya menghadang sebuah truk panitia dan meminta menurunkan motor balap yang akan ditungganginya saat hendak mengikuti balapan.

Saat itu Amin Saleh masih berusia belasan. Namun nyalinya tak gentar. Justeru adrenalinnya semakin bertambah menghadapi lawan-lawannya yang sudah dewasa di atas lintasan.

Sejak remaja Om Amin, begitu ia kerap disapa sudah menjadi crosser andalan. Atraksi-atraksi akrobatiknya di udara membuat ia semakin dikenal. Di arena balap ia disegani. Sejak saat itu namanya terkenal. Ia bahkan menjadi salah satu peserta Jambore Nasional (Jamnas) di Sibolangit Medan, Sumatera Utara.

‘’Itulah awal kiprah Om Amin yang panjang menjelajahi negeri di dunia otomotif. Bahkan diusianya  yang masih belia ia telah menjejakkan kaki di tanah Betawi hanya dengan berbekal selembar ijazah SD,” kenang ARA.

Awal tahun 80-an Amin mendirikan Club Otomotif. Namanya Libra, yang diambil dari sodiaknya. Libra club mulai berkibar dari Bulukumba. Lalu hijrah ke Makassar. Dan sejak saat itu namanya menasional. Berbagai even baik roda dua dan roda empat menjadi agenda rutinnya. Termasuk melintasi medan-medan berat dengan mobil off-road.

Semasa hidupnya Om Amin sangat totalitas pada profesinya. Bahkan saat pesta pernikahannya beberapa tahun silam, dilakukan secara unik. “Ketika para pengantin memilih duduk di singgasana, Om Amin memilih duduk di atas jeep offroad di bawah gerbang start. Ratusan kendaraan dari berbagai jenis komunitas otomotif ikut menyertainya,’’ kisah ARA.

Syahrir, salah satu sahabatnya menambahkan, ada dua hal yang tak bisa dipisahkan dari Amin, berpetualang dan berkendara. “Di ajang pesta otomotif ia selalu ada di sana. Mobilisasinya yang tinggi sangat mencengangkan rekan-rekannya. Dia bisa berada di beberapa tempat hanya dalam beberapa saat. Itu yang tak bisa kami lupakan,” kata Cahe sapaan akrab Syahrir saat berbincang dengan INFOSULSEL.COM, Rabu (7/9/2017).

Sahabat-sahabatnya di komunitas otomotif mengakui di usianya yang sudah lebih 50 tahun semangat Om Amin tetap tak padam.  “Sangat luar biasa. Bukan hanya di arena balap. Di luar arena pun ia selalu menimbulkan kesan yang baik. Sabar dan tak pernah marah. Itu sifatnya yang diakui kawan-kawan,” ujar ARA.

Bahkan Om Amin tak pernah berhenti belajar. Bahkan pada yunior yuniornya sekalipun. “Kami dan dunia otomotif Sulawesi kehilangan seorang tokoh yang santun. Sulit lagi mendapatkan senior off roader seperti Om Amin,” aku ARA.

AR, Terakhir kali ia bersama Om Amin di bengkelnya di Jalan Racing Centre sehari sebelum event proklamasi adventure dilaksanakan.  ‘’Kami banyak ngobrol soal dunia otomotif.  Hari Minggu kemarin tiba-tiba saya dapat kabar duka itu,” sebutnya.

Menurut Ketua Pengprov Pertina Sulsel ini hampir seluruh hidup Amin dicurahkan dan dedikasikan demi kemajuan dunia off road, baik lokal maupun nasional.

Menurut Cahe, Amin menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 16.30 WITA tepat diulangtahunnya yang ke 54.

Amin kembali melakukan ‘napak tilas’ ke jalur tersebut untuk merayakan miladnya ke 54. Ia bahkan sempat mendonasikan sebagian hartanya berupa uang tunai dan pakaian layak pakai yang diberikan kepada anak-anak di desa jalur yang dilalui saat offroad Proklamasi.

‘’Sekaligus memberi ucapan terima kasih kepada warga yang jalurnya dilewati pada event proklamasi offroad,” ungkap Cahe.

Saat itulah usai istirahat di rumah penduduk Amin melanjutkan perjalanan. Belum berapa jauh ia merasakan ada kelainan pada dirinya. Ia pun menghentikan motornya. Ia turun dan duduk bersandar di batang pohon. Sebelum meninggal Amin sempat foto bersama, mengabadikan dirinya dengan bocah-bocah cilik di Malino.

 

‘’Saat itulah Amin tak bangun-bangun. Mungkin kena serangan jantung. Karena Om Amin memang ada riwayat penyakit jantungnya,” ungkap Cahe.

Rencananya angota komunitas IOF akan membangun sebuah tugu di tempat di mana Amin menghembuskan napas terakhirnya. ‘’Ini akan kami dedikasikan untuk Almarhum. Agar Almarhum bisa dikenang oleh junior-juniornya kelak,” katanya.

Bahkan IOF melalui Tahir, salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros  yang juga anggota IOF mengusulkan Kepada Pemkab Maros untuk memberi nama jalur tersebut sebagai jalan Amin Saleh.

Moko Karsono, Founder Indonesia Offroad Federation (IOF) menyatakan bela sungkawanya atas berpulangnya Amin Saleh. Ia mengakui banyak jasa Amin dalam mensosialisasikan dan memajukan dunia otomotif khususnya motorsport di Indonesia bagian Timur.

“Atas nama Pengurus Pusat IOF dan seluruh anggota IOF di seluruh Indonesia saya mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara kita Amin Saleh,” ucap Moko Karsono.

 

Penulis : Sri Syahril

 

Pos terkait