INFOSULSEL.COM, MAKASSAR– Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI, Triawan Munaf secara resmi membuka event MakassarInternational Eight Festival and Forum (F8) dan Indonesia Creative Cities Conference (ICCC) 2017 di Panggung City Of Makassar, Anjungan Pantai Losari, Rabu (6/9/2017).
Menurutnya, apresiasi setinggi-tingginya harus diberikan kepada Pemerintah Kota Makassar dan Sulsel dan khususnya kepada Danny Pomanto selaku kepala daerah inovator.
“Dan dengan ide kreatifitas briliannya berhasil menggelar event spektakuler seperti yang kita saksikan. Tadi sore saya sudah dikejutkan dengan pameran air show dari akrobat jupiter dan sukhoi yang ternyata besok akan digelar kembali,” sanjung Triawan.
Lebih hebatnya lagi, di kondisi perekonomian kebangsaan saat ini, Makassar berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 7,9%, capaian tertinggi di dunia.
Keberhasilan itu, kata Triawan tidak lepas dari peran pemerintah kota dalam pengembangan ekonomi kreatif.
“Peran pemerintah dalam pengembangan ekonomi kreatif di Makassar sungguh sangat luar biasa wajar jika pertumbuhan ekonomi di Makassar mendapat pujian langsung dari presiden, pertumbuhan tertinggi di dunia saat ini,” ujar Triawan.
Pertumbuhan ekonomi di Makassar ini dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya pemberdayaan potensi pelaku usaha dan komunitas kreatif yang dikelolah secara maksimal melalui event F8 yang berlangsung selama lima hari kedepan.
Dia melihat penyelenggaraan event F8 ini telah mempresentasikan keterlibatan 13 dari 16 sub sektor ekonomi kreatif. Diantaranya, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film, animasi video, fotografi, koreo, kuliner, musik dan penerbitan, serta periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan keberadaan siaran televisi dan radio.
“Semua itu adalah tanggung jawab kami di Bekraf dan dilaksanakan dengan nyata di kota Makassar,” kata dia.
Apalagi pada penyelenggaraan pertama Makassar F8 di tahun 2016 lalu yang berlangsung selama tiga hari, perputaran atau transaksi uang tunai di lokasi kegiatan mencapai kurang lebih Rp5 miliar.
Itu semua, lanjutnya, menyatunya sinergitas antara unsu akademi, komunitas, pelaku usaha dan pemerintah.”Penyatuan sinergitas kokoh ini mempertontonkan kepada dunia, bahwa produk kreasi dan inovatif di kota ini memiliki daya saing dan keunggulan yang kas,” ucap Triawan.
Dengannya itu dia berharap keunggulan yang dimiliki kota yang merupakan pintu gerbang perekonomian Kawasan Timur Indonesia (KTI) nantinya dapat mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat secara meluas.
“Sehingga ekonomi kreatif benar-benar menjadi tulang punggung sesuai dengan harapan Presiden RI ketika menyambut Bekraf di 2015 lalu. Sekali lagi selamat kepada pemerintah kota atas terselenggaranya F8 dan ICCC 2017 semoga diharapkan yang dicita-citakan ekonomi kreatif dapat terjelma,” tutup Triawan diakhir sambutannya.
Penulis : Wawan
Editor : Anwar





