INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjadi keynote speaker pada acara Workshop Redaksi Trans 7 di Aula Professor Mattulada, Universitas Hasanuddin, Kamis pagi (16/11/2017).
Workshop yang dilaksanakan Trans 7 bekerjasama Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Hasanuddin dan Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Kosmik) Unhas mengangkat tema “Building Relations with Journalist’.
SYL hadir sebagai pembicara utama. Ia menjelaskan media berperan dalam menjaga keutuhan dan mendorong kemajuan rakyat Indonesia.
“Media menjadi sesuatu yang penting, media adalah jendela, mata dan hati rakyat,” kata Syahrul YL dalam rilis yang diterima INFOSULSEL.COM, Kamis.
Gubernur dua periode ini juga menambahkan media tidak boleh dibeli oleh pihak asing, sejatinya dimiliki oleh bangsa sendiri. Ia juga berharap konten yang dihadirkan media ke masyarakat tidak berkonten negatif atau memiliki unsur kekerasan.
“Berita yang dihadirkan jangan yang sadis-sadis, agar tidak menjadi sesuatu yang berbahaya dicontoh oleh generasi bangsa kita,” ujarnya.
Untuk masyarakat Sulsel sendiri oleh SYL disebutkan akan tetap terjaga kecerdasan jenius lokal Sulsel ditengah masyarakat. Yaitu Sipakalebbi (saling memuliakan), Sipakainga (saling mengingatkan), Sipapaccei (tolong menolong), Sipakatau (saling menghormati).
Workshop yang diikuti oleh 200 mahasiswa dari berbagai universitas di Sulsel ini berlangsung selama dua hari. Peserta diberikan materi terkait etika jurnalis televisi, naskah dan trik voice over, teknik kamera dan drone, teknik editing, serta praktek liputan.
Pemateri antara lain, Pimpinan Redaksi Trans 7 Titin Rosmari, Produser dan Koordiantor News Anchor Trans 7 Taufik Imansyah serta sejumlah pembaca berita Trans 7 Roland Lagonda, Lianita Ruchyat dan Benny Dermawan.
Penulis : Herman
Editor : Aril





