INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Manajemen PSM Makasar betul-betul serius menatap kompetisi musim depan. Salah satu bentuk keseriusannya dengan mengikat sejumlah pemain, khusunya pemain asing PSM yang tengah digoda banyak klub dalam dan luar negeri.
Dua diantaranya gelandang asing asal Belanda, William Jan Pluim dan Marc Anthony Klok. Kedua gelandang ini sudah lebih dulu diikat dengan durasi waktu berbeda. Pluim sampai 2020 sementara Klok dipagari sampai 2019.

Marc Klok memang mengakui betah di tim Juku Eja. Kebersamaan dan rasa kekeluargaan yang begitu kental membuatnya kagum dengan tim besutan Robert Alberts ini. Warga Makassar yang begitu ramah dan mau menerima orang asing membuat pemain berusia 24 tahun ini pernah mengungkapkan hasratnya ingin menjadi warga negara Indonesia dan menetap di Makasar.
“Ini rumah saya. Saya merasa baik dan bahagia di Makassar. Sebelumnya saya tidak pernah merasakan hidup seperti yang saya rasakan selama di sini,” ucap Klok setelah menandatangani kontraknya.
Atmosfir persepakbolaan di Ibukota Sulawesi Selatan ini membuat mantan pemain Dundee FC ini merasa sangat dihargai. Ini berbeda dan tidak pernah ia rasakan selama bermain di sejumlah klub di Eropa.
“Dukungan yang diberikan penggemar kepada saya tahun ini, membuat saya tidak dapat memikirkan untuk pergi ke klub lain,” tambahnya.
“Saya merasa berada pada klub dan kompetisi yang tepat. PSM memiliki suporter yang militan dan setia,” katanya.
Klok menilai musim ini adalah momentum terbaik dalam kariernya. Meski PSM hanya bertengger di peringkat tiga klasemen akhir, secara personal ia merasa sudah berusaha tampil baik di setiap partai.
“Musim ini PSM hampir juara. Sejak awal musim ana kami selalu di papan atas. Tim ininjuga menjadi salah satu tim yang disegani lawan. Itu salah satu yang membanggakan saya,” sebut Klok.
Ia yakin musim depan manajemen PSM akan membangun tim lebih baik untuk menghadapi persaingan yang lebih ketat.
“Saya berharap prestasi PSM lebih baik dari musim ini. Karena itu saya bertahan karena ingin menjadi bagian dari kesuksesan tim ini meraih kesuksesan,” kata Pluim yang rencana akan kembali ke kampung halamannya di Belanda pekan ini.
Klok didatangkan awal musim 2017. Saat itu ia hanya dikontrak satu musim. Taopi, kontribusinya bersama Pasukan Ramang yang dinilai mampu mengangkat performa tim membuat manajemen PSM memutuskan untuk tidak mencari pemain asing lain di posisi gelandang bertahan.
Harus diakui Klok menjadi bagian penting atas sukses PSM musim ini. PSM bisa bertahan di papan atas dan memgakhiri musim di posisi ketiga dengan 65 poin. Total pemilik nomor punggung 10 di PSM itu tampil 28 laga. Selama itu pula ia menyumbang empat gol dan tiga assist.
CEO PSM, Munafri Arifuddin menejlaskan manajemen memutuskan memperpanjang durasi kontrak Pluim dari 2018 ke 2019 karena kontribusinya cukup besar buat tim.
“Pluim dan Klok adalah aset berharga yang dimiliki PSM saat ini. Saya yakin bukan cuma manajemen yang menginginkan dia bertahan tapi juga suporter dan pecinta sepakbola Indonesia,” ujar Appi.
Penulis : Aril





