INFOSULSEL.COM,MAKASSAR – Calon walikota petahana Moh Ramdhan Pomanto ternyata tidak hanya piawai dalam hal menata kota. Tidak juga sekadar hebat dalam menggambar sketsa, denah, fasad, terlebih gambar kerja.
Ternyata suami Indira Jusuf Ismail ini juga piawai merangkai kata dalam untaian bait-bait puisi. Seperti puisi yang ia ciptakan saat mengakhiri orasinya pada deklarasi DIAmi di Anjungan City Of Makassar, Pantai Losari, Rabu (22/11/2017) sore.
Puisi untuk warga kota Makassar yang ia pimpin.
Banyak sejarah baru telah kita tulis, pertama hingga hari ini
yang dulu hanya ilusi, imajinasi dan janji-janji
banyak kondisi buruk yang telah kita perbaiki
banyak masalah kronis yang telah kita atasi
Banyak pula perubahan pesat yang telah kita capai
kemajuan kita telah menoreh banyak prestasi
keterlibatan masyarakat juga telah menjadi tradisi
kita kobarkan semangat budaya saling menghargai
Sipakatau, Sipakainge, Sipakale’bi
demi Makassar dan demi harga diri
jika semua ini telah berubah sampai hari ini
kita bangga menjadi makassar
Makassar makin kita cintai
menjadi kota semakin masa kini’
sesuai komitmen kami pada visi dan misi
rasa syukur atas semua ini
Kepada Illahi rabbi
kami bertekad untuk terus menjaga’
agar makasaar tak mundur lagi
demi dedikasi dan demi menjaga generasi
Atas dukungan rakyat dari semua sisi
izinkan kami di pantai losari yang bersejarah ini
kami buat deklarasi untuk masa depan yang lebi pasti’
dengan bendera DIAmi,…. DIAmi…., DIAmi….DIAmi
Sujud syukur pada Illahi
doaku ke surga dan rinduku untukmu
ayah ibuku yang kami cintai
kucium tanganmu para guru-guru kami
Kasih sayangku pada anak2ku yang selalu kucintai’
hormat dan cintaku pada sang istri yang tercinta’
terimakasih atas dedikasi para birokrasi
terikmaksih atas nasehat para akademisi
Terima kasih atas publikasi para media dan para politisi
terima kasih atas kepedulian para kontri tivi
jika janji telah nyata banyak terbukti
walau esok masih misteri
Dan kemarin telah menjadi terbukti
kami terus berjuang sampai waktu mengakhiri
dikala kata tenakupacciniki menjadi harga diri
yang kami akan pertahankan sampai mati
Untuk makassar 2X+baik.
Penulis : Asri Syahril





