Appi Dilarang Masuk Ruang Rakerdasus, Sekjen PDIP Minta Maaf

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto saat memberikan keterangan pers.(FOTO: SATRIAWAN)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR —   Bakal calon walikota Makassar, Munafri Arifuddin yang berharap mendapat dukungan dari partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ternyata tidak dikenal oleh banyak kader partai yang dimpimpin Megawati Soekarno Putri itu.

Buktinya,  menantu founder Bosowa Corporation, Aksa Mahmud  itu sempat dilarang masuk ke ruangan Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) PDIP Sulawesi Selatan oleh Satgas yang menjaga pintu yang berlangsung di Sandeq Ballroom, Hotel Grand Clarion Makassar, Minggu (10/12/2017).

Salah saeorang Satgas berbaju hitam-hitam itu sempat berteriak siapapun tidak boleh masuk, termasuk bakal calon yang diusung Partai Nasdem dan Golkar itu di Pilwali 2018.

Appi, sapaanya baru bisa masuk sekitar 15 menit kemudian. Itu pun setelah terjadi insiden baku dorong di depan pintu tempat berlangsungnya Rakersus yang dibuka Megawati.

Atas insiden itu Sekertaris Jendral (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto meminta maaf. Ia menyesalkan kejadian  yang tidak terduga itu.

Apalagi beberapa menit kemudian berita dan video adu mulut dan saling dorong yang terjadio di depan pintu tempat berlangsungnya Rekarsus PDIP antara Satgas dan panitia versus rombongan Appi jadi bahan berita sejumlah media online.

Menurut Hasto, kejadian tersebut hanya permasalahan komunikasi saja oleh pihak keamanan dan panitia yang tidak tahu menahu situasi.

“Pak Munafri merupakan calon potensial yang diusung PDI Perjuangan. Ini mungkin hanya miss komunikasi saja. Karena itu saya sebagai Sekjend partai meminta maaf,” ucap Hasto di depan puluhan awak media.

Salah seorang Satgas yang terlibat insiden saling dorong mengaku tidak mengenal Munafri Arifuddin. Apalagi Satgas yang ditugasi di depan pintu diperintahkan untuk membatasi orang masuk.

”Saya dan teman-teman kan tidak kenal  Appi. Yang mana orangnya itu,” cetus salah seorang Satgas berbaju hitam yang tak mau menyebut namanya.

 

Penulis : Satriawan-Desy

Editor : Aril

Pos terkait