INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Nasib yang dialami Moh Ramdhan Pomanto sepertinya mirip dengan yang dialami Ichsan Yasin Limpo terkait upaya pihak tertentu yang ingin menjegal keduanya maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018.
Di beberapa kesempatan mantan Bupati Gowa dua periode itu menyebut ada ‘penguasa’ dan pengusaha yang ingin menjegalnya maju di pemilihan gubernur Sulsel.
Danny Pomanto, bakal calon walikota Makassar petahana, ternyata juga mengalami nasib serupa. Hanya saja Walikota Makassar itu tidak menyebut pihak yang dimaksud.
Namun secara kasat mata di beberapa kesempatan pula beberapa politisi terang-terangan menyatakan akan menjegal Danny.
Saat memberikan sambutan pada acara Implementasi program BPJS Ketenagakerjaan bagi pegawai non PNS, Selasa (12/12/2017) di Grand Clarion Hotel Danny blak-blakan menyebut banyak pihak yang ingin menjegalnya.
Orang-orang tersebut katanya, saat ini tengah kelimpungan dengan program kesejahteraan masyarakat yang jadi program unggulan Pemkot Makassar.
“Banyak yang kelimpungan dengan program kita. Pihak sana janjikan modal usaha puluhan juta. Tapi itu baru janji. Yang dibutuhkan masyarakat bukan janji, tapi bukti. Kalau kami, sudah terbukti,” kata Danny.
Masyarakat Makassar, kata suami Indira Yusuf Ismail ini sudah cerdas. Danny menyebut data tingkat partisipasi masyarakat dalam menyambut program-program pemerintahannya.
“Masyarakat kita sudah bosan dengan orang yang piti kana-kanai. Masyarakat juga sudah cerdas memilih. Hasil survei masyarakat yang menginginkan kita meneruskan pembangunan di Makassar mencapai 80 persen,” ungkap walikota berlatar belakang arsitektur ini.
Danny juga menyinggung adanya pihak yang ingin mengganti peran Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).
“Ada tong orang mau buka KPU sendiri, dan mau mengawasi. Panwas ko kah, ” tanya Danny dengan candanya yang menohok.
.Ini sontak membuat seisi ballroom riuh dengan tawa. Bahkan ada beberapa undangan yang tertawa terbahak-bahak. “Saya bukan orang politik tapi sering sering dipolitiki,” tutur Danny, tersenyum.
Penulis : Satriawan
Editor : Asri Syahril





