INFOSULSEL.COM, MAKASSAR— Menjamurnya media siber jelang tahun politik 2018 menjadi bahan diskusi yang digelar pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulsel, di Warung Kopi Phoenam, Kamis (14/12/2017).
Diskusi ini menghadirkan lima nara sumber. Masing-masing Ketua DPRD Makassar Farouk M Betta, Perwakilan Bidang Telematika dan Media Dinas Infokom Deny Hidayat, Pemimpin Redaksi Harian Fajar Arsyad Hakim, dan Wakil Pemimpin Redaksi Tribun Timur Tamzil Tahir. Sementara Ano Suparno, mantan jurnalist radio dan televisi tampil sebagai moderator.
Ketua SMSI Sulsel Farid AlFarizi mengaku menjamurnya media siber punya dampak yang sangat luas. Karena itu ia berharap media menyajikan berita berita berdasarkan prinsip prinsip dan kaidah jurnalistik.
Selaku politisi dan wakil rakyat Farouk M Beta, mengaku sangat merasakan dampak media siber yang sangat menjamur. Terutama perihal pemberitaan yang tanpa konformasi.
Aru sapaanya mengaku akan kesulitan saat masyarakat hendak melakukan klarifikasi langsung terhadap media yang bersangkutan. Karena itu ia berharap kaidah jurnalistik harus dikedepankan.
“Kaidah jurnalistik itu harus tetap ada di media. Persoalannya banyak masyarakat yang belum faham cara melakukan klarifikasi ke media siber jika ada hal yang ingin diluruskan,” keluh Aru.
‘’Jika pembaca ingin mengklarifikasi berita, langsung ke dapur redaksinya. Media online tetap memberikan ruang untuk melakukan hak jawab sesuai kaidah yang ada,” jawab Tamzil Tahir.
“Prinsip kehati-hatian dalam memberitakan memang sesuatu yang perlu dikedepankan. Berita itu harus berimbang, tidak memfitnah apalagi menyudutkan orang tanpa ada konfirmasi,” timpal Arsyad Hakim.
Farid mengharapkan, ada pemahaman bersama media siber untuk menjaga kepercayaan publik akan profesi jurnalis.
Media siber yang profesional, jelas Farid adalah media yang memiliki badan hukum, personil redaksional, dan bekerja atas dasar prinsip etika jurnalistik dengan baik.
“Menjamurnya media siber karena begitu mudahnya membeli domain tapi mengabaikan prinsip-prinsip dan etika jurnalistik,” ungkap Farid.
Penulis : Desy
Editor : Asri Syahril





