INFOSULSEL.COM, MULUKUMBA — Sejumlah aktivis Mahasiswa asal Bulukumba mengecam DPRD Kabupaten Bulukumba. Penyebabnya, karena legislator di Bulukumba itu melakukan pemangkasan anggaran yang bersentuhan langsung dengan rakyat.
Pemangkasan anggaran yang dimaksud, yakni post anggaran yang dirasionalisasi, seperti pemutakhiran data mandiri untuk orang miskin sebesar 400 juta, bantuan pendidikan untuk mahaisswa S1 dan S2 sebanyak 500 juta dan perluasan kepesertaan BPJS sebesar 800 juta. Usulan ini ditolak di DPRD dengan alasannya yang tidak jelas.
Ketua DPRD Bulukumba, Andi Hamzah Pangki yang coba dikonfirmasi enggan untuk menanggapi. Dia mengarahkan wartawan untuk mengkonfirmasi ke Komisi B DPRD Bulukumba.
“Cobaki konfirmasi langsung ke Komisi. Tanyakan ke Komisi B,” kata Andi Hamzah, Selasa (26/12/2017).
Ketua Kerukunan Keluarga Mahasiswa Bulukumba (KKMB) Bulukumba, Saril CH menegaskan ini tidak bisa dibiarkan terjadi.
“Apa yang disusulkan Pemkab Bulukumba itu bersentuhan langsung dengan masyarakat. Koq malah dipangkas di DPRD. Ada apa,” tanya salah satu aktivis asal Bulukumba ini.
Saril mempertanyakan komitmen dan eksistensi wakil rakyat di Bulukumba yang sudah tidak lagi berpihak ke rakyat, khusunya rakyat kecil.
“Kok anggaran orang miskin, perluasan BPJS dialihkan anggarannya. Untung baik kalau anggarannya diperuntukan ke hal-hal yang penting,” kata Saril kepada Wartawan, Selasa (26/12/2017).
Dia mengatakan, jika penolakan anggaran tersebut lantaran kepentingan rakyat secara menyeluruh, maka DPRD perlu untuk diapresiasi. Akan tetapi, jika kepentingan pribadi-pribadi atau kelompok tertentu, menurutnya perlu untuk duduk bersama meluruskan kekeliruan itu.
“Jangan sampai tidak lagi merujuk pada aspirasi rakyat, ini akan keliru. Anggaran pendidikan itu jelas, targetnya untuk mencerdaskan generasi. Anggaran untuk masyarakat miskin dipotong, sementara angka kemiskinan secara faktual belum teratasi. Keliru kalau seperti ini,” tegas dia.
Ia menyebut sebagai wakil rakyat sangat tidak elok jika berhadap-hadapan dengan kepentingan rakyat. “Jangan jadikan rakyat sebagai musuh,” cetus Saril.
Penulis : Desy
Editor : Asri Syah





