PJI Diskusikan Peran Media di Pilkada Sulsel 2018

Muh Yusuf Said, Ketua Tim Media bakal calon Gubernur dan Wagub Sulsel, pasangan Nurdin Halid-Azis Kahar Mudzakkar.(FOTO: ASRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulsel mengadakan diskusi akhir tahun dengan tema ‘Peran Media di Pilkada Sulsel 2018’ di Warkop Daeng Sija, di Jalan Boulevard, Makassar, Rabu (27/12/2017).

Bacaan Lainnya

Hadir sebagai narasumber Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel Faisal Amir, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel La Ode Arumahi dan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulsel ‎Herwanita.

Ketua Bawaslu Sulsel La Ode Arumahi.(FOTO: ASRI SYAHRIL)

Sayangnya diskusi ini hanya dihadiri satu tim media bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel yakni dari pasangan Nurdin Halid-Abd Aziz Qahhar Mudzakkar, Muhammad Yusuf Said. Sementara dua tim media lainnya pasangan IYL-Cakka dan NA-ASS sampai selesainya diskusi, menolak menghadiri undangan PJI.

Tiga komisioner penyelenggara, pengawas Pemilu dan KPID Sulsel, Faisal, Arumahi dan ‎Herwanita sepakat menyebut media punya peran besar dalam menyukseskan setiap pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Termasuk Pilkada Sulsel 2018.

“Saya berharap diskusi ini memberikan efek besar dalam suksesnya Pilkada Sulsel. Sebab media memiliki peran besar dalam menyukseskan Pilkada Sulsel 2018,” kata Faisal.

Apalagi, katanya anggaran yang digunakan untuk Pilkada sangat besar. “Saya yakin tidak akan sia-sia jika kita sukses menyelenggarakan Pilkada, apalagi jika melahirkan kepala daerah yang bermartabat dan berintegritas,” timpal Arumahi.

Salah satu komisioner KPU, Sulsel Faisal Amir.(FOTO: ASRI SYAHRIL)

Tim media balon  Gubernur dan Wagub Sulsel NH-Azis, Muhammad Yusuf Said, juga tidak menampik peran media dalam mendukung aktivitas para calon.

“Untuk meraih target memenangkan kontestasi pilkada sangat mustahil kandidat akan menang tanpa dukungan media. Kami sangat menyadari itu. Karena itulah ada yang namanya tim media,” aku mantan jurnalist salah satu koran terkemuka di makassar ini.

Hadir pada diskusi ini, puluhan jurnalis dari berbagai media cetak di Makassar. Baik media cetak, media online hingga media elektonik.

Di bagian lain Yusuf menegaskan akan memanfaatkan media termasuk media sosial untuk mensosialisasikan program bakal calonnya.

‘’Saya tegaskan tim media NH-Azis tidak punya persiapan melakukan upaya black campaign untuk menyerang kandidat lain. Dan saya yakin tim lain juga demikian,” katanya.

Namun Yusuf mengingatkan jika ada tim lain yang memulai, tentu ia tidak diam.

‘’Kalau ada yang memulai menyerang tentu kami tidak diam. Pasti akan kami sikapi. Tapi saya berharap itu tidak terjadi. Mari kita berkompetisi dengan cara-cara yang dewasa dan bermartabat,” harap Yusuf.

 

Penulis : Asri Syahril

Pos terkait