INFOSULSEL.COM, MAKASSAR- Tim Pemenangan Rumah Kita Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) mempertanyakan sumber data warga yang diopinikan lewat kubu kandidat tertentu seolah dicaplok satu desa.
Ketua Tim Rumah Kita, H Bahar Ngitung menegaskan, warga yang dimunculkan bicara melalui rilis yang dikirim massif ke media-media tertentu, harus di ungkap kebenarannya.
“Ini harus diperjelas oleh KPU apakah itu rekayasa atau benar warga mengakui dukungannya dicaplok satu desa. Opini ini seperti ini sangat menyesatkan,” tegas Bahar Ngitung, Selasa (12/12/2017).
Menurutnya, ini upaya pihak tertentu untuk menggiring opini masyarakat seakan-akan KTP warga dicaplok oleh tim IYL-Cakka. Hal ini akan kami pertanyakan kebenaran datanya ke KPU,” katanya.
Bahar Ngitung punya alasan. Sesuai jadwal, verifikasi faktual baru mulai dilakukan 12 Desember. Sehingga jika ada warga yang mengetahui lebih awal akan diverifikasi, apalagi langsung menyebut satu desa, maka patut dicurigai informasi kerahasiaan dokumen dibocorkan oleh pihak tertentu.
“KPU harus memberi penjelasan soal ini. Kedua, ada apa tiba-tiba itu diketahui oleh kubu kandidat tertentu dan langsung memassifkan penggiringan opininya. Ini patut dipertanyakan,” cetus Bahar Ngitung.
Sekadar diketahui, jika dokumen B1 KWK Bocor, maka dipastikan ada keterlibatan antara oknum PPS, KPU atau LO tim. Mengingat, dokumen ini hanya 3 rangkap untuk masing-masing yang bersangkutan.
Bila itu ada yang sengaja membocorkan, itu bisa dikategorikan pelanggaran etik dengan ancaman pidana atas pelanggaran UU keterbukaan informasi kepada siapapun yang membocorkan.
Sesuai aturan, PPS hanya mencoret atau menyatakan tidak memenuhi syarat bagi pendukung yang membantah memberikan dukungan. Itupun diserta pernyataan tidak mendukung (model BA 5 KWK)
Munculnya penggiringan opini tersebut, juga bisa jadi sebagai provokasi. Warga yang dimunculkan berkomentar, boleh jadi bukan sebagai pendukung paslon perseorangan.
Bisa dimanfaatkan sebagai modus pembentukan opini yang patut diduga sebagai prakondisi di PPS tertentu untuk mencoret dukungan dalam jumlah tinggi.
“Ini mesti tegas jika opsi terbukti dimainkan pembegal demokrasi,” tambah Obama, sapaan akrabnya.
Penulis : Asri Syahril





