INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Ternyata tribun lantai tiga bagian selatan Stadion Barombong yang amblas pada Sabtu (2/12/2017) sore tidak separah yang diduga banyak orang. Luasnya hanya 1/3 dari satu segmen. Nilai kerugian ditaksir sekitar Rp 35 juta.
Satu segmen terdiri dari tiga kotak. Luasnya 56 meter bujur sangkar . Secara keseluruhan ada 49 segmen pembangunan tribun utara, selatan dan barat. Dengan rincian 25 segmen pada tribun utara dan selatan dan 24 segmen lainnya di tribun bagian barat.
Total panjang secara keseluruhan pembangunan tribun ini adalah 144 meter. Hingga awal Desember ini progres pembangunan Stadion Barombong sudah mencapai sekitar 62 persen.
Kepala Proyek tribun selatan dan utara, Charles Pandi menjelaskan akibat robohnya satu kotak pada satu segmen di tribun selatan sama sekali tidak mempengaruhi jadwal target pembangunan yang direncanakan selesai pada 17 Desember.
‘’Yang pasti ini masih menjadi tanggungjawab kami dari PT Usaha Subur Sejahtera selaku pelaksana proyek Stadion Barombong,” jelas Chaerles saat ditemui di Stadion Barombong, Minggu (3/12/2017).
Ia menjelaskan, sebagian tribun yang roboh itu hanya menghabiskan semen cor 35 kubik atau tujuh mobil moleng. Satu mobil berisi tujuh kubik semen cor.
‘’Jika dinilaikan dengan rupiah hanya sekitar Rp 35 juta,’’ ungkap Charles.
Peristiwa bobolnya sebagian tribun pada satu segmen ini terjadi sekitar pukul 17.00 Wita Sabtu (2/12/2017) sore.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sebab saat tribune itu roboh semua pekerja sementara melakukan pengerjaan pada segmen lainnya di tribune selatan.
Penyebab robohnya pengecoran tersebut menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Stadion Barombong yang juga Kepala Bidang Perencanaan Prestasi Olahraga Dispora Sulsel, Muchlis Mallajareng diduga akibat sapolden (besi penyanggah) tak mampu menahan beban akibat tribun yang baru saja dilakukan pengecoran sempat diguyur hujan deras diserta angin kencang yang menerpa di kawasan Stadion Barombong sejak pekan lalu. Puncaknya terjadi pada hari Jumat (1/12/2017).
Ketika dilakukan pengecoran pada Sabtu (2/12/2017) itulah satu segmen pada bagian depan roboh. Satu segmen di sebelahnya juga ikut roboh karena saling mengikat.
‘’Sekali lagi ini tidak mempengaruhi proses pembangunan. Sebab tribune yang roboh itu hanya sebagian kecil dari satu segmen di tribune selatan. Tidak seluruhnya roboh,” jelas Muhlis.
Ia menjelaskan peristiwa itu terjadi setelah selesai pengecoran. Saat itu hujan deras tiba-tiba turun diserta angin kencang. Volume air yang semakin bertambah di atas tribune yang baru dicor diperkirakan menjadi penyebab besi penyanggah tak mampu menahan beban yang terlalu berat akibat melubernya air hujan.
“Tiba-tiba roboh. Segmen di sebelahnya yang sudah dicor beberapa jam sebelumnya juga ikut roboh karena tertarik dengan segmen di sebelahnya,” papar Muhlis.
Penaggungjawab pembangunan, Charles mengaku sejak Minggu (3/12/2017) pagi pekerja sudah melakukan perbaikan rangka untuk selanjutnya dilakukan pengecoran ulang di tribune yang ambruk tersebut.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Sulsel, Sri Endang Sukarsih mengaku sudah mendapat laporan dari penanggungjawab pelaksana proyek.
‘’Insya Allah semua bisa diatasi. Ini bukan kejadian luar biasa. Kejadian seperti ini bisa saja terjadi di proyek manapun. Apalagi dalam cuaca ekstrim seperti saat ini,” kata Sri Endang.
Seperti Muhlis dan Charles, Sri Endang juga mengaku kejadian ini tidak menganggu proses perampungan stadion internasional yang digagas Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo ini.
‘’Yang roboh tidak seberapa besar. Ini akibat hujan diserta angin kencang. Cuaca memang menjadi salah satu kendala satu minggu terakhir ini,” kata Muhlis yang diamini Sri Endang.
Untuk proses pembangunan stadion yang terletak tak jauh dari bibir pantai Barombong itu Pemprov Sulsel menganggarkan Rp 95 Miliar pada Tahun Anggaran 2017. Total anggaran yang sudah diserap sejak 2011 202 Miliar. Anggarannya dari APBN dan APBD.
Penulis : Asri Syahril





