
INFOSULSEL.COM, MAKASSAR,— Adi Rasyid Ali, Ketua Tim Pemenangan pasangan bakal calon walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti mengaku merasa sangat tertantang dengan jabatan yang diembannya dalam kontestasi Pilwali Makassar 2018.
Tertantang yang dimaksud oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat ini karena ia harus berjuang memenangkan pasangan DIAmi dalam kondisi dikeroyok oleh sejumlah partai politik yang mendukung sang rival.
‘’Saya ini orang yang suka dengan tantangan. Dan tantantangan yang sangat berat saat ini ada di depan mata kita semua. Di mana kami harus menghadapi sebuah pengeroyokan. Tapi, jangan pernah berpikir saya pernah takut menghadapinya. Justeru ini tantangan yang harus dilalui,” tegas Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pengprov Pertina) Sulsel ini, Kamis (11/1/2018).
ARA menyebut di antara 171 kabupaten/kota dan provinsi yang melakukan Pilkada serentak pada 27 Juni 2018 tantangan yang paling berat terjadi di Makassar. Di mana seorang petahana justeru dikeroyok oleh parpol yang mengusung calon lain kecuali Partai D Demokrat.
‘’Saya lebih suka dikeroyok. Karena kesannya lebih jantan. Kalau mengeroyok, silahkan terjemahkan sendiri seperti apa kesannya,” kata ARA, tersenyum.
Ya, pertarungan di Pilwali Makassar memang hanya melibatkan dua kandidat. Pasangan DIAmi akan berhadapan dengan pendatang baru di dunia politik, Munafri Arifuddin. Ia menggandeng politisi perempuan dari Partai Nasional Demokrat (NasDem), Rahmatika Dewi (Appi-Cicu).
DIAmi memang dalam posisi teraniaya. Sebab mereka akan berhadapan dengan koalisi partai politik (parpol) gemuk yang mengusung Appi-Cicu.
“Saya terbiasa dikeroyok. Ini bukan kali pertama. Ini pengeroyokan kedua kalinya yang saya alami dalam konteks pilkada di Makassar. Yang pertama tahun 2013 ketika Partai Demokrat mengusung dan mengawal Danny Pomanto,’’ kenang ARA.
Sebagai satu-satunya partai pengusung saat ini dan sejak Danny Pomanto maju di Pilkada Makassar 2013, Demokrat, kata ARA tetap komitmen dan konsisten.
“Suara rakyat bersama Demokrat. Bersama rakyat dan partai non parlemen, kami akan mengawal Pak Danny untuk memenangkan pertarungan ini. Sebab suara rakyat yang memang menginginkan Danny Pomanto kembali memimpin Makassar menuju dua kali tambah baik,” tegas politisi yang gemar dengan olahraga otomotif dan beladiri ini.
Karena itulah ARA kembali menegaskan tak pernah gentar menghadapi koalisi partai gemuk. Sebab baginya, masyarakat Makassar sudah mampu menilai secara objektif dan cerdas dalam memilih calon yang mampu memimpin Makassar dua kali tambah baik.
ARA mengungkapkan mengapa Partai Demokrat ‘Setia Hingga Akhir’ akan mengawal Danny Pomanto ? Sebab, kata dia, itu karena partai yang dipimpin Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ini tak terpengaruh dengan iming-iming apapun.
“Alasan lainnya, karena memang hasil survei internal partai Demokrat melihat trend positif dan antusiasme masyarakat sangat besar mendukung Danny Pomanto,” ungkap ARA.
Ia juga merujuk saat pasangan DIAmi pendaftaran di KPU Makassar. ‘’Semua orang menyaksikan, sekitar 100 ribu rakyat Makassar ikut mengawal DIAmi ke kantor KPU,’’ tuturnya.
Penulis : Asri Syahril





