Bank Sampah Tingkatkan Pendapatan Warga Tabaringan

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Bank Sampah yang menjadi salah satu program Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto dimanfaatkan warga RW 02 Kelurahan Tabaringan Kecamatan Ujung Tanah, kota Makassar  untuk menambah penghasilan. Caranya, dengan membangun sistem pengelolaan sampah terpilah melalui Program Bank Sampah.

Bank sampah merupakan sistem pengelolaan berbasis masyarakat. Tujuannya untuk mengurangi penumpukan sampah sekaligus meningkatkan pendapatan.

Peluang ini didilihat oleh warga di kelurahan Tabaringan. Lalu mereka sepakat membentuk Bank Sampah Unit (BSU).  Namanya   Maju Bersama. BSU ini terletak di Jalan Tinumbu Lorong 132.

Bacaan Lainnya
“Kami sadar masalah sampah menjadi masalah di kota-kota besar. Kalau tidak dimanfaatkan dapat menimbulkan berbagai penyakit, juga membahayakan lingkungan. Itu alasan kami berinisiatif untuk bekerja sama dengan masyarakat sekitar guna mendukung program Pemerintah Kota Makassar, yaitu membuat bank sampah agar dapat menciptakan lingkungan hidup yang sehat,” kata Ketua BSU Maju Bersama RW02 Tabaringan Jusmiah Syam Rapi

Jusmiah Syam Rapi sang inisiator didaulat menjadi Ketua. Hasil yang diperoleh sejak beroperasi November 2017 omset BSU naik dari 37 kilogram (Kg) menjadi 156 Kg atau naik tiga kali lipat pada penimbangan Rabu (24/1/2018).

“Alhamdulillah, omzet BSU Maju Bersama naik 3 kali lipat.  Ini semua berkat usaha dan upaya semua pengurus BSU RW 02 Tabaringan. Tanpa kerjasama yang baik sulit menghasilkan omset lebih banyak,” kata Jusmiah usai menerima uang nasabah di Bank Sampah Pusat (BSP) Kota Makassar, di Jalan Toddopuli Raya, Rabu (24/1).

Keberhasilan BSU ini diapresiasi Kepala Kelurahan Tabaringan A Saiful.

“Selamat kepada seluruh pengurus BSU Maju Bersama atas keberhasilannya menaikkan omzet sampai 3 kali lipat dari yang sebelumnya. Semoga apa yang diraihnya bisa semakin mensejahterakan nasabahnya,” katanya.

Ia berharap nasabah BSU Maju Bersama tidak cepat puas dengan capain yang sudah diraih.

‘’Kalau bisa lebih ditingkatkan lagi. Warga harus diberi motivasi agar sampah yang tadinya berserakan bisa dimanfaatkan. Utamanya untuk menunjang kebutuhan sehari-hari,” ujar Saiful.

Warga di daerah ini membangun sistem pengelolaan sampah terpilah melalui program bank sampah.

“Bank sampah yang kami kelolah menggunakan sistem pengelolaan berbasis masyarakat. Tujuannya  untuk mengurangi penumpukan sampah sekaligus meningkatkan pendapatan warga,” jelas Jusmiah.

Sampah menurut mantan atlet balap sepeda putri Sulsel ini menjadi barang bernilai secara estetika dan ekonomis, sehingga dapat menambah penghasilan jika dimanfaatkan dengan baik.

 

Penulis : Asri Syahril

Pos terkait