INFOSULSEL.COM, MAKASSAR— Penjabat (Pj) Walikota Makassar, Prof Yusran Yusuf, mengapresiasi upaya masyarakat yang dilakukan secara mandiri dalam mengelola sampah rumah tangganya.
Hal ini disampaikan mantan dekan Fakuktas Kehutanan Unhas ini saat berbincang dengan direktur bank sampah perwakilan dari beberapa kecamatan di kantor bank sampah pusat cabang Paccerakang, Sabtu (30/5/2020).
Farah, direktur bank sampah unit Paris 2 kepada prof Yusran menyatakan, selama covid-19 terjadi di kota Makassar, pengelola bank sampah yang membina 140 KK ini mengalami penurunan produksi karena adanya ketakutan akibat pandemi. Meski demikian, pihaknya tetap konsisten menjalankannya dengan protokol kesehatan. Omzet per bulan bisa mencapai 2 juta rupiah.
Yusran Jusuf berharap agar masyarakat terus menjalankan program tersebut. Begitu pula dengan Dinas Lingkungan Hidup kota Makassar yang membawahi UPTD bank sampah pusat agar melakukan pelayanan dengan baik kepada masyarakat.
PLT Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Andi Iskandar mengatakan saat ini UPTD bank sampah pusat Makassar setiap bulan melayani 100 hingga 200 bank sampah unit RW yang tersebar di semua kecamatan kecuali kecamatan Sangkarrang. Pihaknya harus menyiapkan uang puluhan hingga ratusan juta per bulan untuk membeli sampah dari masyarakat melalui bank sampah unit.
“Kita berharap, kegiatan pemilahan sampah di masyarakat tetap dilakukan, sehingga kami di Dinas LH bisa memfasilitasi mereka dalam hal penjemputan dan pembelian sampah an organik,” ujar Iskandar.
Pada kesempatan tersebut, Pj walikota menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) bagi pekerja bank sampah. Bantuan simbolis diserahkan kepada perwakilan bank sampah ini merupakan bantuan dari kementrian lingkungan hidup dan kehutanan RI. Jumlah yang diserahkan khusus di Makassar adalah 350 paket.(riel)





