INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Ramli Daeng Maro (35) tewas setelah sebutir peluru menembus dada kirinya. Pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) lintas daerah yang dikenal sadis ini ditembak karena berusaha melawan dan merampas senjata petugas, Kamis (18/1/2018) sekitar pukul 05.00 WITA.
Warga Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) ini merupakan daftar pencarian orang (DPO) beberapa Polsek dan Polres di wilayah hukum Polda Sulsel yakni Polsek Manggala, Polres Gowa dan Polres Luwu Timur.
Penjahat kambuhan yang tubuhnya penuh tatto ini memang sudah lama menjadi buruan polisi. Sejumlah kejahatan sudah ia lakukan di beberapa tempat berbeda.
Penangkapan tersangka berdasarkan sejumlah laporan. Diantarnya, LP/53/I/K/2017/Polsek Manggala, tertanggal 19 Januari 2017, LP/40/II/2017/SPKT Pores Luwu Timur/Polda Sulsel, tanggal 17 Februari 2017, berikut DPO/01/IV/2017/Reskrim Polres Luwu Timur, tanggal 19 April 2017 dan LP/302/VII/2017/Res Gowa/Sek BTM, tanggal 13 Desember 2017. Teranyar kejahatan yang dilakukan berdasarkan LP/4/I/2018/Sek BTM/Polres Gowa, pada 8 Januari 2018.
Ramli terbilang licin. Setiap kali dikejar ia selalu lolos. Namun seperti kata pepatah, sepandai-pandainya tupai meloncat akhirnya jatuh juga. Ia pun akhirnya tertangkap.
Berawal dari informasi yang diperoleh anggota Resmob Polda Sulsel kalau tersangka berada di sekitar Jalan Poros SPMA di Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.
Tanpa membuang waktu anggota meluncur ke lokasi. Maro, begitu ia sering disapa berhasil dibekuk. Petugas kepolisian kemudian membawanya ke Kabupaten Jeneponto untuk melakukan pengembangan. Di daerah tersebut masih ada tersangka lainnya.
Namun dalam perjalanan tersangka memberontak dan menendang pintu belakang mobil yang ditumpangi. Kaca belakang mobil oprasional Resmob, pecah.
“Saat mobil dihentikan di sekitar Jalan Poros Bontonompo, Kabupaten Gowa, tersangka kembali melakukan perlawanan. Ia bahkan mencoba merebut senjata salah satu anggota,” jelas Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polisi Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) Komisaris Besar (Kombes) Polisi Dicky Sondani, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/1/2018).
Karena melawan itulah pelaku terpaksa dihadiahi timah panas yang bersarang di dada sebelah kirinya. Pelaku langsung larikan ke RS. Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis. Namun sayang, maut datang menjemputnya.
Penulis : Asri Syahril





