Idrus Marham Mensos Gantikan Khififah Indar Parawansa

Idrus Marham dilantik jadi Menteri Sosial.

INFOSULSEL.COM, JAKARTA  Idrus Marham resmi menjabat sebagai Menteri Sosial (Mensos) menggantikan Khofifah Indar Parawansa.  Doktor ilmu politik kelahiran 55 tahun ini dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (17/1/2018) pagi.

Khofifah diganti karena ingin fokus berkompetisi di pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Timur. Ia berpasangan dengan Bupati Trenggalek Emil Dardak.

Bacaan Lainnya

Usai dilantik  Idrus Marham langsung berkomunikasi bersama Kementerian Sosial (Kemensos) guna melanjutkan program pemerintahan.

“Ya sebagai partai pendukung pemerintah kita komunikasi tentang program. Tapi, beliau tidak pernah bicara tentang menteri dan ini sesuai Partai Golkar bahwa kita mendukung pemerintah tanpa syarat,” kata Idrus di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/1/2018).

Ia memastikan bersama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto, akan fokus terhadap ‎pembangunan untuk rakyat. Menurutnya, partai beringin telah melakukan kaderisasi dalam rangka sukses menjalankan program pemerintah.

“‎Partai Golkar sebagai partai yang selama ini melakukan kaderisasi tentu akan memberikan kader dalam rangka sukses pemerintahan,” ujarnya.

Ia enggan mengomentari status Airlangga yang masih menjabat sebagai Menteri Perindustrian, meskipun telah menjabat sebagai ketua umum di partai beringin. Menurutnya, hal itu berada di kewenangan Kepala Negara.

Idrus Marham, lahir 14 Agustus 1962 di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pria berkacamata ini ‎pernah menjadi anggota DPR pada periode 2009-2014. Namun belum selesai jabatanya di parlemen, pada Juni 2011 Idrus dipercaya menjabat sebagai sekretaris jenderal (sekjen) Partai Golkar, mendampingi ketua umum Golkar saat itu Abu Rizal Bakrie (Ical).

Karir Idrus sebagai sekjen Golkar juga berlanjut saat Golkar dipimpin oleh Setya Novanto hingga akhirnya Novanto tumbang di tengah jalan dan mendekam di Rutan KPK.

Idrus terpilih menjadi‎ menjadi Anggota DPR sebanyak tiga kali untuk daerah pemilihan II Sulsel. Dia jadi anggota dewan periode 1999-2004, 2004-2009, dan 2009-2014.

Doktor ilmu politik lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu juga saat duduk di DPR pernah menjadi Ketua Panitia Khusus (Pansus), Hak Angket Century.

Idrus juga diketahui pernah mengajar di sejumlah perguruan tinggi. Antara lain, Universtas Islam Attahiriyah Jakarta, Universitas Tarumanegara, Universitas 17 Agustus 45 Jakarta, hingga sempat menjabat Pembantu Rektor (Purek) III di Universitas Islam Attahiriyah Jakarta selama 1987-1992.

Saat masih muda, Idrus juga aktif berorganisasi. Dia pernah menjadi aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), serta Pergerakan Mahasiwa Islam Indonesia (PMII).

Pada kehidupan pribadinya, Idrus Marham melepas masa lajanganya pada umur 47 tahun dengan menikahi Ridro Ekasari (umur 28 tahun) pada hari kamis, 4 Juni 2009. Resepsi pernikahan dilaksanakan di Masjid Dian al Makhri, Jalan Meruyung, Limo, Depok, Jawa Barat yang biasa disebut Masjid Kubah Emas.

 

Penulis : Asri Syahril/dbs

 

Pos terkait