Tinggalkan PSM, Ini Alasan Hamka Hamzah Pilih Sriwijaya FC

Hamka Hamzah keliling pamit.)FOTO: ASRI SYAHRIL)
INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Tiba-tiba Hamka Hamzah tak mau lagi memperpanjang kontraknya di PSM . Padahal sebelumnya Munafri Arifuddin mengatakan sang kapten tidak kemana-mana. Tapi ternyata pemain yang identik dengan nomor punggung 23 itu pergi dan  berlabuh di Sriwijaya FC.

Sebagai seorang pesepakbola profesional usia Hamka sudah tidak muda lagi, 34 tahun. Namun, nilai jualnya sangat tinggi. Setelah memutuskan tidak lagi memperpanjang kontraknya bersama PSM, ia menjadi incaran banyak klub besar.

Hamka selami ini memang tak mau mengumbar kemana ia akan berlabuh. Spekulasi pun berkembang. Ia dikaitkan  dengan sejumlah klub. Seperti Arema Indonesia, Persib Bandung, Bali United, kemudian Madura United dan Sriwijaya FC. Dua nama terakhir kemudian menjadi tim yang paling getol memburu tandatangan pemilik tinggi 183 cm ini.
Lini belakang yang dijaga Hamka Hamzah akan selalu kokoh. (FOTO: ASRI SYAHRIL)

Di usianya yang sudah sangat matang di dunia sepakbola namun performa Hamka tidak berkurang. Bahkan penampilannya tidak lekang olah usia.  Salah satu daya tarik pemain yang punya kharisma ini, kokoh di lini belakang,  tajam ketika membantu serangan, jago bola-bola udara dan pandai membaca serangan lawan.

Bacaan Lainnya

Hamka tidak hanya mengandalkan fisik , tetapi intuisi dan kecerdasannya.  Kadang dia akan bermain keras ketika menghadapi lawan tangguh, terutama menghadapi barisan striker muda yang memiliki kecepatan.

Ia juga pandai mengkoordinir lini belakang dengan baik,  meski bukan sosok yang rewel alias cerewet. Sebagai panutan pemain muda, tidak heran jika Pelatih Robert Albert menunjuknya sebagai kapten. Kemudian, Sriwijaya FC meminatinya.

Pelatih Rahmad Darmawan pun secara terang-terangan menyatakan, banyak keuntungan yang didapatkan Sriwijaya FC setelah Hamka resmi bergabung.

“Pertama Hamka bisa menjadi skipper. Setidaknya di lini belakang. Kedua dia memiliki naluri serang luar biasa bahkan mampu memecahkan kebuntuan jika lini depan Sriwijaya FC kesulitan mencetak gol. Ketiga, dia bisa menjadi alternatif serangan, keempat dia menjadi motor serangan balik dari lini belakang, ketika Sriwijaya FC berhasil menggagalkan serangan balik dari tim lawan,” jelas Rahmat Darmawan.
Hamka Hamzah memberi kode dua jari , isyarat diberikan bola lambung di udara (FOTO: ASRI SYAHRIL)

Hamka resmi bergabung di SFC 26 Januari sehari setelah kontraknya di PSM pada 25 januari, selesai. Mantan pemain Persipura ini disebut-sebut dikontrak dengan nilai yang cukup fantastis untuk seorang bek lokal. Namun, baik Hamka maupun manajemen memiliki bungkam soal nilai kontrak.

Hamka memang tipe penjalajah. Ia sudah hilir mudik di sejumlah klub besar. Sejumlah gelar pun sudah ia rasakan. Namun, satu yang pasti dia ingin meraih gelar juara Liga I bersama Sriwijaya FC klub yang menjadi tempatnya mengais reski sebelum gantung sepatu.

Apalagi Hamka memang selama ini belum pernah membela klub di Pulau Sumatera. Tidak heran jika dia sepakat bermain untuk SFC meski sejumlah klub besar meminatinya. Bahkan mungkin nilai kontraknya melebihi yang ditawarkan SFC.

Apa sebanya?  satu yang pasti, mantan pemain Timnas ini,  ingin melengkapi karirnya sebagai pemain penjelajah, bahwa tidak ada satupun klub wakil dari wilayah di seluruh Indonesia ini yang belum pernah diperkuat.

Hamka mengawali karirnya di PSM Makasar. Kemudian menyeberang ke Pulau Jawa memperkuat Persebaya Surabaya. Lalu ia hijrah ke Persik Kediri.

Dari Pulau Jawa ia terbang ke Pulau Kalimantan memperkuat Persisam Samarinda.

Pada tahun berikutnya, pemain kelahiran 29 Januari 1984 ini mencoba peruntungan di Papua bersama Persipura. Pasca dari Persipura, dia kembali ke klub Kalimantan Tenggarong, memperkuat Mitra Kukar.

Setelah menjelajah pulau Jawa, Papua dan Kalimantan, dia mencoba ke bermain di Malaysia, selama satu musim. Kemudian kembali ke tanah air membela Borneo FC.

Sempat bermain di Arema sebelum kembali ke kampung halamannya memeblas PSM setelah 16 tahun melanglangbuana di berbagai klub dalam dan luar negeri.

Dari rekan jejaknya ini, hanya tim Pulau Sumatera yang belum diperkuat, wajar jika kemudian HH23, demikian dia disebut fansnya,  memilih Sriwijaya FC. Ia berharap klub yang sudah dua kali meraih juara ini, bisa merebut juara untuk ketiga kalinya.

 

Penulis : Asri Syahril

Pos terkait