INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Usai membawa Bali United lolos final Piala Presiden 2018, Stefano Lilipaly mengunggah foto mengharukan di akun Instagramnya.
Gelandang tim berjuluk Tridatu ini tengah mencari seorang bocah yang viral bermain bola dengan tongkat penyangga. Pemain naturalisasi ini mengunggah foto seorang anak penyandang disabilitas mengenakan jersey Bali United. Bocah yang ternyata mengidolakan Lilipaly ini mengenakan tongkat di tangan kirinya.
Lilipaly tergugah melihat foto anak ini. Karena itu, dia berharap bisa mendapatkan informasi soal anak tersebut
“Siapa yang bisa memberikan saya informasi di mana alamat anak ini? Dan siapa yang bisa mengantarkan saya untuk menemui anak ini? info bisa hubungi saya lewat Direct Message. Terima Kasih,” tulis Lilipaly.
Lilipaly mengaku ingin bertemu dengan sang anak. “Tentu saya ingin bertemu dia. Tolong bantu saya. Beritahu saya jika Anda memiliki informasi soal anak ini,” kata Lilipaly seperti dikutip Tribun Bali.
“Sudah terpikir. Tapi yang pertama, kita harus menemukan dia,” ujarnya.
Postingan Lilipaly ini mendapatkan respons yang positif dari netizen. Akun bernama f.satriajunior10 menyarankan Lilipaly membawa si anak ke Stadion Gelora Bung Karno untuk menyaksikan laga final Piala Presiden 2018 pada Sabtu (17/2/2018).
“Bawa dia k gbk, kalo bali juara, suruh dia angkat trofi, pliss fano @stefanolilipaly,” tulis @f.satriajunior10.
Ternyata suporter ciliki yang dicari Lilipaly itu bernama I Putu Ari Krisna Saputra. Sehari-hari bocah kelahiran 7 Februari 2007 asal Bangli ini akrab disapa Yoko.
Postingan pemain berdarah Belanda ini pada akun instgramnya menjelaskan, mencari tahu informasi alamat anak tersebut dan meminta diantar ke rumah anak itu.
Akun instgram kalaasuhbali yang menjadikan kakak angkat anak yang bernama lengkap I Putu Ari Krisna Saputra (Yoko).
Humas sekaligus admin kakasuhbali, Diah, menjelaskan Yoko lahir di Banjar Dinas Petung, Batur Tengah. Sejak kecil, ia dan kedua orangtuanya pindah rumah mengontrak kios kecil yang dijadikan tempat tinggal di desa Buahan. Bapaknya bekerja sebagai tukang pijat keliling, dan ibunya jualan ke pasar.
Menurut Diah, Yoko dan keluarga baru saja dapat bantuan bedah rumah. Mereka sekeluarga kembali pindah ke rumah asal.
“Yoko sempat minder untuk sekolah karena keterbatasan fisiknya. Namun akhirnya ia mau bersekolah walau lambat 2 tahun,” kata Diah.
Saat ini Yoko sekolah di SDN 2 Batur kelas 3. Sangat aktif di sekolah, dan tetap ikut kegiatan fisik berolahraga. Kegemarannya bermain sepak bola, ia pun bercita-cita ingin menjadi pemain sepak bola.
“Pemain bola favorit adalah Ronaldo dan pemain Bali United Stefano Lilipaly,” kata Diah.
Penulis : Asril/dbs





