INFOSULSEL.COM, MAKASSAR– Dugaan pelanggaran Pilkada yang dilakukan oleh 13 legislator lantaran menggunakan Gedung DPRD Makassar menggelar konferensi pers dukungan terhadap calon Walikota Munafri Arifuddin – Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) menuai sorotan dari Fraksi Muda Indonesia (FMI) sebagai organisasi kepemudaan yang concern terhadap pendidikan politik.
Melalui juru bicara FMI, Andi Muhammad Riski mengatakan, FMI memiliki peran yang senantiasa memberi pemahaman yang positif terhadap dinamika perpolitikan menilai apa yang dilakuan oleh legislator tersebut telah mencederai kehormatan kantor perwakilan rakyat. Menurutnya, anggota dewan seharusnya dipilih untuk membela kepentingan rakyat bukan kepentingan beberapa pihak.
“Sepanjang saya mengamati dan membaca literatur terkait perhelatan demokrasi di Indonesia ini pertama kalinya terjadi. Pasang spanduk kemudian konferensi pers untuk calon walikota,” kata Andi Muhammad Riski, melalui rilis yang diterima Infosulsel.com, pada Jumat (23/3/2018)
Ditanya, soal sikap 5 anggota DPRD Kota Makassar yang mangkir dari panggilan Panwaslu. Riski sapaan akrabnya mengajak masyarakat agar tidak berpikiran negatif karena mungkin saja di saat yang bertepatan para anggota dewan yang dimaksud sedang ada tugas rakyat diluar kota yang harus diselesaikan.
“Saya mengajak seluruh masyarakat agar tidak berpikiran negatif dulu. Biarkan lembaga (Panwaslu) yang memiliki otoritas menjalankan tugas dan fungsinya. Sempat tawwa bertepatan dengan agenda rakyat sehingga tidak menyempatkan hadir,” ujar alumnus Fakultas Hukum Unhas ini.
Terakhir, FMI mengajak masyarakat agar kedepannya untuk lebih cerdas memilih figur yang tepat yang dapat memperjuangkan hak-hak masyarakat.
“Masyarakat harus cerdas, jangan asal memilih. Saatnya masyarakat melek terhadap politik,” tutupnya.(*/rls)
Editor: admin





