INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Direktur Eksekutif Nurani Strategic Nurmal Idrus mengakui tingkat elektabilitas dan kepuasan terhadap petahana calon walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto yang berpasangan dengan Indira Mulyasari Paramastuti di Pilwali Makassar, cukup tinggi.
Tapi Nurmal mengingatkan petahana tidak cepat puas dengan hasil ini. Apalagi jemawa dengan hasil yang dirilis oleh lembaga-lembaga survey. Ia mengatakan posisi itu harus tetap dipertahankan.
”Kalau perlu ditingkatkan lagi. Jangan berdiam diri hanya karena surveinya di atas angin. Pasangan Danny-Indira harus terus bekerja dan yakinkan masyarakat dengan apa yang sudah dilakukan sebelumnya dana apa yang akan dilakukan ke depannya.”
Hal itu dikemukakan mantan komisioner KPU kota Makassar ini saat hadir sebagai pembicara bersama Pengamat Politik Unhas Dr Jayadi Nas pada diskusi bedah politik Pilkada Makassar bertema ‘Pengaruh Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Peluang Petahana’, yang digelar oleh penghuni grup Whatsapp (WA) ‘Political News’ bekerjasama ‘Komunitas Wartawan Politik Makassar’ di Warkop Dottoro, Senin (19/3/2018).
Sebelumnya lembaga survei Celebes Research Center (CRC) tingkat elektabilitas calon nomor urut 2 di Pilwali Makassar 2018 yakni pasangan Moh Ramdhan Pomanto – Indira Mulyasari Paramastuti Ilham (DIAmi) mencapai 71,8 persen. Ini jauh melampaui rivalnya pasangan Munafri Arifuddin-rachmatika dewi yang hanya pada angka 18,8 persen.
‘’Petahana harus tetap berhati-hati. Jangan merasa di atas angin, apalagi jemawa. Sesunguhnya lawan terberat Danny-Indira itu ada pada diri mereka sendiri. Oleh karena itu saya jangan pernah merasa berpuas diri dengan hasil survei,” papar Nurmal.
Mantan wartawan di salah satu koran harian di Makassar ini memang tidak menampik hasil survei pasangan DIAmi dari aspek popularitas berdasarkan risetnya memang sangat tinggi.
“Dari riset saya juga menunjukkan petahana ada di angka 60 persen ke atas. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Danny, cukup tinggi. Begitu juga tingkat popularitasnya sangat tinggi dibanding rivalnya. Tapi saya ingatkan sekali lagi, jangan merasa di atas angin,” katanya.
Sebelumnya Minggu (18/3/2018) CRC merilis tingkat elektabilitas calon nomor urut 2 itu mencapai angka 71,8 persen. Jauh melampaui saingannya, Appi-Cicu.
Survei ini dilakukan CRC selama 14 hari sejak 1-14 Maret dengan mengambil sample 1000 responden. Margin of error 2,9 persen. Responden tersebut tersebar secara proporsional di 15 kecamatan di kota Makassar.
Metodologi yang digunakan yakni multistage random sampling.Mayoritas sampel di setiap kelurahan. Sampel terbagi rata 10 orang. Terdiri atas lima laki-laki lima perempuan. Pengacakannya, bertingkat.
Penulis : Asril





