Topi Nomor 2 Milik DIAmi Laku Keras, Hasilnya untuk Bantu Pembangunan Masjid 

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR –  Sungguh mulia yang dilakukan Mahmuddin. Demi membantu pembangunan masjid Masjid Nurul Jannah, di Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan, Biringkanaya ia rela berjualan topi.

Topi yang dijual pun bukan topi sembarangan. Ia memilih topi beratribut DIAmi bernomor 2. Alasannya, simpel. Karena  Nomor urut 2 di Pemilihan Walikota (Pilwali) Makassar banyak yang suka.

Bacaan Lainnya

Nomor urut 2 adalah milik pasangan calon (Paslon) walikota dan wakil walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mualyasari Paramastuti yang dikenal dengan akronim DIAmi.

Paslon DIAmi ternyata punya nilai jual tinggi.  Peluang bisnis ini dimanfaatkan oleh Mahmuddin. Ide membuat topi yang dilengkapi atribut DIAmi, pun muncul di benaknya. Bersama anaknya  lelaki setengah baya ini rela berpeluh di bawah terik matahari, berjualan topi saat Paslon Nomor urut 2 itu meresmikan Markas Perlawanan Rakyat (MENARA) DIAmi Barisan Tim Karuwisi (Batik) 99, Senin (12/3/2018). Hasilnya, ternyata laku keras.

Mahmuddin ternyata berdagang topi ini bukan untuk kepentingan dirinya sendiri.

”Sebagian keuntungan yang kami dapat dari jualan topi DIAmi ini kami sumbangkan untuk pembangunan Masjid Nurul Jannah, di Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan, Biringkanaya,” tutur Mahmuddin.

Mahmuddin berjualan topi ini setelah paslon DIAmi resmi mendaftar di KPU.

“Saya berjualan setelah Pak Danny Pomanto dan Ibu Indira  mendaftar di KPU untuk menjadi calon Wali Kota Makassar,” kisah Mahmuddin saat ditemui wartawan di Jalan Maccini Raya, Kelurahan Karuwisi, Senin (12/3/2018)

Mahmuddin mengakui inisiatifnya berjualan topi DIAmi setelah melihat masjid yang berada di Kelurahannya itu sedang dalam pembangunan dan masih membutuhkan bantuan dari donatur. Topi jualannya itu ia jual seharga Rp 30 ribu perbuah.

“Alhamdulillah, Allah memberkati usaha saya ini. Hasilnya cukup lumayan. Sehari bisa laku sampai 100-an buah,” aku Mahmuddin.

Mahmuddin ternyata hanya menjual topi beratribut DIAmi. Ia tidak menjual topi berlogo dan bernomor urut paslon lain. Alasanya, karena selama ini banyak yang membeli topi pasangan Danny Pomanto-Indira Mulyasari bernomor urut 2.

‘’Ide membuat topi DIAmi itu karena saya lihat banyak warga yang menyukai Pak Danny. Kepemimpinannya sudah terbukti. Kesempatan inilah yang saya manfaatkan untuk berjualan topi berlogo DIAmi. Hasilnya saya sisihkan untuk pembangunan masjid. Cara ini juga sebagai bentuk dukungan dan partisipasi saya dan keluarga saya kepada Pak Danny,” katanya.

Ia juga berharap Danny Pomanto dan Indira Mulyasari bisa kembali terpilih menjadi Walikota dan waki Walikota Makassdar periode 2019-2024.

 

Penulis : Asril

 

 

 

Pos terkait