Difitnah Urus Kasasi di MA, Ternyata Danny Pomanto jadi Pembicara di Indonesian Summit 2018

Walikota Makassar Periode 2014-2019 Moh Ramdhan Pomanto saat hadir sebagai pembicara pada Indonesia Summit 2018 di Jakarta.(DOK)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Calon Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto terus menuai fitnahan. Pelakunya, para pengecut dan pecundang yang ingin mempengaruhi opini masyarakat Makassar dengan cara-cara kotor, keji dan tidak beradab.

Danny difitnah ke Jakarta untuk mengurus Kasasi di Mahkamah Agung (MA) terkait sengketa Pilwali Makassar. Fitnahan itu meredar di media-media sosial (Medos).

Bacaan Lainnya

Kenyataanya Walikota Makassar periode 2014-2019 yang saat ini sedang cuti karena kembali maju di Pilkada Makassar terbang ke Jakarta untuk menghadiri undangan sebagai pembicara pada the Economist Indonesia Summit 2018, Kamis (5/4/2018).

Di acara itu Danny menjadi satu-satunya Walikota (saat ini sedang cuti) yang menjadi narasumber. Kehadiran Danny ini menunjukkan kualitas dirinya sebagai sosok yang cerdas dan inovatif.

Kehadiran Danny sebagai nara sumber utama di pertemuan regional itu sekaligus menjawab tudingan yang menjurus ke fitnah bahwa ia berada di Jakarta karena urusan kasasi di MA.

”Itu isu murahan yang dihembuskan oleh orang-orang tidak bertangungjawab dan suka pitikana-kanai. Semoga orang-orang tersebut dibukakan mata hatinya dan kembali jalan yang benar,” cetus Adi Rasyid Ali, Panglima Markas Perlawanan Rakyat (MENARA)  pasangan DIAmi, Jumat (6/4/2018).

ARA sapaanya menjelaskan di acara Indonesia Summit 2018, Danny tampil memaparkan Program Sombere and Smart City dan Tingkat Pertumbuhan Ekonomi kota Makassar. Program ini dinilai berhasil di Indonesia dan dijadikan inspirasi untuk seluruh pemimpin di daerah.

Hadir dalam kegiatan ini, Thomas Lembang (Indonesian Investmen Coordinating Board), Wendi Sui Cheng Yap (Nippon Indosari).

Usai jadi pembicara Danny Pomanto kembali menerima penghargaan Governmentaward 2018 yang disaksikan langsung Mendagri, Tjahjo Kumolo dan Ceo MNC Group Hary Tanu Sudibyo.

 

Penulis : Asri Syahril

Pos terkait