INFOSULSEL.COM,MAKASSAR – Jutaan buruh di Indoesia menggelar aksi di hari buruh internasional yang jatuh pada hari ini, Selasa (1/5/2018). Aksi Mayday ini diikuti jutaan buruh di 25 propinsi dan 200 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Di Makassar ribuan buruh juga turun ke jalan. Aksi May Day ini berpusat di Flyover, Jalan AP Pettarani Makassar. Para pekerja yang umumnya berpakaian warna merah dan biru ini berasal dari sejumlah federasi serikat pekerja di wilayah Makassar dan sekitarnya.
Para demonstran memasang panggung orasi dengan dua unit truk tronton yang diparkir di sisi kanan dan kiri Jalan AP Pettarani, flyover.
Untuk mengamankan aksi ini Polda Sulawesi Selatan menyiagakan 3.000 personel yang dibagi di beberapa titik lokasi aksi.
“Pengamanan kita lakukan di tiga titik lokasi yang menjadi pusat aksi Hari Buruh Internasional, seperti flyover Jalan Urip Sumoharjo, Monumen Nasional Pembebasan Irian Barat, Jalan Sudirman, dan yang terakhir di KIMA Kecamatan Biringkanaya,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani.
Anggota Konfederasi Serikat Nusantara (KSN) Armianto, negara hingga saat ini belum berhasil menciptakan kesejahteraan kaum buruh. Bahkan dengan UU No 13 tentang Ketenagakerjaan yang sudah diterapkan sejak 2003 jauh dari perwujudan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan.
“Masih terjadi politik upah murah, perbudakan moderen dengan sistem outsourcing, terjadi pemberangusan serikat kerja, dan banyak kasus lain yang melemahkan pekerja,” teriak Armianto saat berorasi.
Sementara itu di jakarta aksi yang sama juga berlangsung. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengungkapkan, untuk aksi di Istana Negara, Jakarta, akan dilakukan oleh 150 ribu buruh yang datang dari berbagai daerah, khususnya se-Jabodetabek. Ditambah, buruh dari Serang, Karawang, dan Purwakarta.
“Titik kumpul aksi di Patung Kuda Indosat. Setelah itu massa aksi long march ke Istana Presiden,” ungkap Iqbal dikutip dari keterangan resminya, Selasa 1 Mei 2018.
Aksi di Istana Presiden, lanjut Iqbal, akan dilakukan sampai dengan jam 13.00 WIB atau pukul 14.00 WITA. Setelah itu, massa aksi akan bergerak ke Istora Senayan untuk merayakan May Day sekaligus deklarasi calon presiden RI 2019-2024 yang akan dipilih dan didukung buruh Indonesia.
Dikabarkan ribuan buruh di beberapa daerah di luar ibu kota bergabung di Jakarta. Mereka bergabung untuk menggelar aksi di Istana Presiden.
Aksi May Day dilakukan serempak di seluruh Indonesia. Di Makassar aksi seruba juga dilakukan. Titik aksi di flyover Jalan AP Pettarani.
Tuntutan yang akan disuarakan kaum buruh dalam aksi May Day tersebut adalah Tritura Plus, yaitu :
- Turunkan harga beras, listrik dan bahan bakar minyak dan bangun ketahanan pangan dan ketahanan energi.
- Tolak upah murah, cabut PP Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan dan jadikan Kebutuhan Hidup Layak 84 komponen barang.
- Tolak Tenaga Kerja Asing buruh kasar dari China dengan mencabut Pepres Nomor 20 tahun 2018 tentang TKA.
Sementara itu, tuntuan plusnya adalah hapus outsourcing dan pilih presiden RI 2019 yang pro buruh.
Penulis : Asri Syahril/dbs





