INFOSULSEL.COM, MAKASSAR– Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono meninjau proyek Kereta api Trans Sulawesi di Kabupaten Barru, Rabu (30/5/2018). Kunjungan ini merupakan yang pertama sejak Soni menjabat sebagai Gubernur Sulsel April lalu.
Sumarsono didampingi Bupati Barru Suardi Saleh, Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Ilyas Iskandar dan pihak Satker Kereta Api Sulawesi. Ia menyempatkan mencoba kereta inspeksi dengan melewati 8 kilometer rel yang telah terpasang.
Kementerian Perhubungan menargetkan bulan Oktober ini sudah bisa digunakan 44 kilometer yang menghubungkan Pelabuhan Garongkong dengan beberapa industri semen yang ada di Barru. Sejauh ini baru 16 kilometer rel yang selesai.
“Sementara 27 kilometer masih dalam pengerjaan, 4,6 kilometer masih dalam pembebasan lahan. Saya sudah coba, bisa berjalan dengan baik dan nyaman. Kekurangannya masih terasa goyang dan bunyi. Secara teknis ada yang perlu diseimbangkan,” katanya.
Sumarsono menyebutkan keberadaan kereta api bisa menjadi pendorong sektor ekonomi di Sulsel. Salah satunya mempersingkat waktu tempuh. Misalnya dari Makassar ke Barru dari 3 jam menjadi 1 jam.
Selain itu, dirinya berharap Pemda Barru segera menyiapkan sumber daya manusia (SDM) sebagai pegawai kereta api nantinya.
“Termasuk memanfaatkan multiplayer efek dari keberadaan kereta api ini. Mulai dari parkir, manajemen usaha kecil rakyat harus dipikirkan dari sekarang,” ungkapnya.
Terkait kelanjutan proyek Kereta api sepanjang 145 kilometer ini, Sumarsono menyebutkan akan dilakukan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Saat ini Kementerian Perhubungan tengah melakukan lelang untuk investor yang tertarik menyelesaikan proyek tersebut.
“Diserahkan ke Menteri Perhubungan, buat kita tak masalah. Saya yakin skenario yang ada akan dilanjutkan oleh investor. Sejauh ini belum ada informasi secara formal. Masih dalam proses lelang,” lanjutnya.
Bupati Barru Suardi Saleh menambahkan untuk lahan yang belum dibebaskan ada di sekitar Pelabuhan Garongkong. Prosesnya memang lambat karena baru selesai penetapan lokasi (Panlok).
“Lahannya sudah 84 persen yang selesai, Kita target tahun ini sudah selesai semua. Untuk anggaran lahannya sudah tersedia Rp200 miliar dan untuk fisik tahun ini sekitar Rp1,4 triliun, yang sudah cair sekitar 75 persen,” pungkasnya.
- Penulis: Mirsan
- Editor : Asri Syahril





