INFOSULSEL.COM, MAKASSAR–Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Penanaman Modal Daerah dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu merilis hasil investasi yang masuk sampai triwulan pertama 2018. Hasilnya investasi diawali tahun mencapai Rp2,177 triliun.
Tahun ini untuk pertama kalinya, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan nilai Rp1,48 triliun, sementara untuk Penanaman Modal Asing (PMA) hanya Rp697,41 triliun. Tren 6 tahun sebelumnya sektor PMA selalu lebih tinggi dibandingkan modal lokal.
Kepala Dinas PMD-PTSP Sulsel, AM Yamin mengatakan sektor yang paling dominan di triwulan pertama 2018 adalah industri mineral non logam seperti semen. Jika dibandingkan triwulan pertama tahun 2017 (Rp2,93 triliun), pencapaian tahun ini mengalami penurunan.
“Memang biasanya diawali tahun agak rendah, nanti triwulan kedua sampai ke empat baru mengalami peningkatan. Meski masuk tahun politik kita berharap aktivitas investasi tetap berjalan,” katanya di Kantor Dinas PMD-PTSP, Rabu (2/5/2018).
Dengan pencapaian ini, Yamin menyebutkan Sulsel menempati posisi 15 dari 34 provinsi di Indonesia. Pihaknya tetap optimis target investasi di 2018 sebesar Rp10 triliun bisa tercapai.
Sementara untuk realisasi investasi perkabupaten-kota, Kabupaten Maros memiliki investasi paling tinggi Rp1,063 triliun, disusul Jeneponto Rp287 miliar, Sinjai Rp244,6 miliar, Luwu Timur Rp144,14 miliar dan Makassar Rp109,94 miliar.
Di triwulan pertama ini tiga sektor yang menjadi primadona yaitu indutsri mineral non logam 48 persen, sektor listrik, gas, dan air sebanyak 30 persen dan pertambangan 7 persen.
“Kami selalu melakukan monitoring di lapangan, terkait investasi apa saja yang menjadi hambatan sehingga terjadi penurunan. Saya melihat ini faktor alamiah saja,” paparnya. (*)
Penulis: Mirsan
Editor : Yudhi





