INFOSULSEL.COM, MAKASSAR— Pada kesempatan lain, Ketua DPRD Makassar, Farouk M Betta, mengaku, peruntukan Smartphone yang telah menjadi biang dianulirnya petahana, Danny Pomanto, dari arena Pilwalkot saat ini, termasuk atas legimitasi dari lembaga legislatif.
“Yang saya ingin katakan jangan ada merasa berkhianat hanya karena dikasi insentif, dikasi android, dikasi baju dan BPJS karena itu uang rakyat yang dipakai belanja untuk itu. Bukan uang siapa- siapa, itu uang negara yang bertanda tangan dua orang, Ramdhan Pomanto (Wali Kota, red) dan Saya (Ketua DPRD Makassar, red),” ungkap Farouk lewat video yang disadur di media sosial, Sabtu (12/5/2018)
Ketua tim pemenangan Paslon nomor urut I itu mengaku mengetahui seluk beluk program RT/RW tersebut sebagai program pemerintah kota untuk peningkatan faslitas pelayanan kepada masyarakat.
Bukan Program pribadi dari Danny Pomanto saat aktif sebagai walikota sebagaimana yang telah disoal oleh kubu Appi-Cicu di lembaga peradilan PTUN dan MA.
Berupa program peningkatan insentif RT/RW, pengadaan enam ribu android serta baju atau seragam RT/RW, dan program jaminan kesehatan atau BPJS.
“Saya tahu asal-usul dari keuangan tersebut,” terangnya.
Aru pun mengajak kepada RT/RW untuk tidak merasa berkhianat jika nantinya diperhadapkan pada pilihan politik mendukung Appi-Cicu dan meninggalkan Danny di Pilwalkot.
“Jangan ada kesan bahwa apa yang bapak itu kemudian menjadikan satu pilihan, tidak ada itu,” tuturnya.
Dalam orasinya di depan masyarakat tersebut, Aru pun sesekali menyinggung tentang keunggulan Appi-Cicu yang didukung oleh 10 koalisi parpol di DPRD Makassar.
“Saya ingin mengingatkan bapak bukan mengancam, kalau ada kebijakan walikota yang bertentangan dengan 10 partai politik yakin dan percaya tidak akan berhasil karena anggaran tertahan di DPRD,” tandasnya.
Terpisah, tokoh masyarakat Kecamatan Wajo, Andi Pawellangi, menyanyangkan pernyataan Ketua DPRD Kota Makassar itu
Menurutnya, sebelum ARU akronim Farouk M Betta mengemukakan persepsinya di depan umum, ada baiknya jika berkaca terlebih dahulu pada jejak rekam paslon yang didukung saat ini (Appi-Cicu)
“Saya masih ingat setelah program itu menjadi sengketa, Appi-Cicu telah mengundang komunitas RTRW untuk deklarasi dukungan di Pilkada Makassar, nah kalau begitu berarti Appi-Cicu dong yang mau memanfaatkan program pemerintah ini,” sesalnya.
Lain halnya dengan Indriani, warga Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala. Menurutnya, jika ARU mempersoalkan itu berarti dia sedang menggugat dirinya.
Jika dianggap bermasalah berarti ARU ikut terlibat. Tapi, kata dia, harus diingat bahwa program itu adalah program Pemkot Makassar yang disetujui DPRD bukan program pribadi Danny Pomanto.
Dia heran dengan prilaku politisi yang kurang memahami posisi masing-masing. Juga karena politisi semacam ini yang tak paham mekanisme.
“Jika itu program pemerintah dan menggunakan uang negara, lalu di mana kesalahan Pak Danny? Ada-ada saja. Jangan karena kepentingan politik, seenaknya ingin pengaruhi rakyat. Politisi begini jangan dipilih lagi,” tandasnya. (*/rls)
Editor: admin





