INFOSULSEL.COM,MAKASSAR — Sejumlah Ketua KPPS di Kelurahan Bontoduri, Kecamatan Tamalate, kota Makassar mengungkapkan terjadinya manipulasi suara yang dilakukan KPU Makassar. Hal itu mereka ungkapkan setelah mencocokkan data C1 yang mereka pegang dengan data yang terpublis di website KPU Makassar.
Ada belasan ketua KPPS ini menggelar konfresnsi perss untuk melakukan klarifikasi, Sabtu (30/6/2018) siang. Mereka menduga penyelenggara pemilu itu melakukan manipulasi data.
Dasar para KPPS ini karena terjadi perbedaan yang sangat mencolok dari data C1-KWK dengan data yang terpublish di website resmi KPU, sejak Jumat (29/6/2018).
Ketua KPPS 006 Kelurahan Bontoduri, Irham, misalnya, Menyebutkan ada sekitar 20 TPS yang diubah datanya oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, untuk disetor ke operator website KPU.
“Data yang kami perlihatkan ini adalah data sesuai hasil perhitungan suara di TPS. Seperti ini data aslinya. Kenapa kami klarifikasi ini, karena kami tidak ingin disebut ikut bermain curang,” tegas Irham.
Imran tak hanya sekadar ngomong. Ia bersama ketua KPPS memperlihatkan duplikat C1 saat memberikan keterangan pers di Daun Coffe, Jalan Dg Tata Raya, Makassar.
Sejak Jumta kemarin, tersebar gambar sesuai di website KPU, paslon Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi meraih 238 suara dan Kolom Kosong 0 suara. Sementara data yang diperlihatkan Ketua KPPS ini pemilih Appi-hanya meraih 94 suara dan Kolom Kosong 138 suara.
Olehnya, dia berharap, KPU Makassar untuk segera menindaki hal ini, begitu pun dengan Panwaslu Makassar untuk segera mencari tahu dan memberi sanksi jika ada oknum yang berani memanipulasi data tersebut.
Hal senda dikatakan Ketua KPPS 013 Bontoduri, Faisal Sitaba. Sesuai hasil peritungan suara yang tercantum di C2 Plano hasil perhitungan suara untuk paslon Appi-Cicu meraih 102, dan Kolom Kosong, 197 suara.
“Tapi di website KPU berubah. Suara Appi-Cicu koq bertambah. Cuma saya lupa foto, karena sekarang websitenya tidak bisa akses,” ujarnya.
Di TPS 12 Bontoduri juga terjadi perubahan. Ketua KPPS 12, Muh Nur, menjelaskan berdasarkan data C1, pemilih Appi-Cicu hanya 120 suara dan Kolom Kosong, 155 suara. Ada sebanyak 10 suara yang tidak sah.
“Sementara di web KPU berubah menjadi pemilih Appi-Cicu 285, Kolom Kosong kenama hasilnya 0. Ada apa ini. Padahal jelas datanya ini,” ucapnya, sembari memperlihatkan dokumen C1.
Berikut nama-nama KPPS yang hadir dalam jumpa pers:
- Ketua KPPS TPS 001: Nasir
- Ketua KPPS TPS 006: Irham
- Ketua KPPS TPS 012: Muh Nur
- Ketua KPPS TPS 013: Faisal Taba
- Ketua KPPS TPS 014: Agus Syam
- Ketua KPPS TPS 015: Baso Jaya
- Ketua KPPS TPS 017: Rahmatia
- Ketua KPPS TPS 018: Supiani
- Ketua KPPS TPS 019: Nurhayati
- Ketua KPPS TPS 020: Irman
- Ketua KPPS TPS 021: Hasri
- Ketua KPPS TPS 024: Andi Marti
- Ketua KPPS TPS 025: Abdul Radjab
- Ketua KPPS TPS 026: Azis
- Ketua KPPS TPS 029: Sutrisna
- Ketua KPPS TPS 031: Umar
Penulis : Asril





