Disaksikan Masyarakat, Para Camat Mengaku tak Pernah Beri Fee 30% ke Danny

Di hadapan seluruh pejabat dan masyarakat Makassar para camat se kota Makassar sambil berdiri satu persatu mengakui tak pernah memberikan fee 30 persen kepada Walikota Makassar. (FOTO: ASRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR– Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto merasa geram atas tudingan dan fitnah yang ia terima bahwa dirinya meminta fee 30% atas proyek pohon Ketapang.

Sesaat setelah diaktifkan kembali menjadi Wali Kota Makassar, Senin (4/6/2018), Danny mengumpulkan para SKPD, camat, lurah.  Pertemuan  itu di masyarakat dalam sebuah Rapat Kordinasi (Rakor) tahap awal. Danny pun langsung meminta para camat berdiri.

“Mumpung ada masyarakat yang mengakiskan. Soal fee 30 persen, pernahkah saya meminta? Atau anda dapat jabatan ini sekarang karena anda memberi saya uang? Coba satu-satu camat menjawab dengan jujur,” tanya Danny.

Para camat pun yang hadir menjawab tidak. “Izin, Tidak pernah Pak Wali,” jawab para camat satu persatu yang berdiri berjejer.

Langkah tersebut diambil Danny mengingat prinsip kerja yang dipegang teguhnya yakni selalu terbuka dan transparan selama menjabat sebagai Walikota Makassar.

Masyarakat kini semakin yakin jika pada pemerintahan Danny terjamin bersih dari kasus korupsi.

“Pengakuan para camat tadi membuat kita semakin percaya kalau kepemimpinan Danny bersih dan ini yang membuktikan jikalau itu fitnah,” tegas Eros, salah satu masyarakat yang ikut dalam rakor tersebut.

Hanya saja sangat disayangkan karena tudingan menerima atau meminta fee itu sengaja diembuskan oleh lawan politik Danny untuk menjatuhkan dirinya.

Menurut Eros, tindakan tidak terpuji dan kejam tersebut diduga sengaja dilakukan rivalnya untuk memfitnah Danny agar kehilangan dukungan di Pilkada Makassar.

“Masyarakat makin yakin bahwa rival terlalu memaksakan diri menjadi wali kota dengan menjatuhkan Danny. Tapi, dengan cara itu warga sudah paham. Lebih baik pilih kolom kosong daripada memilih paslon pecundang. Mereka tidak berani berhadapan di hari H pencoblosan makanya pakai cara-cara tak etis,” tandasnya.

Editor: admin

Pos terkait