Heboh, Ular Piton Telan Seorang Petani Perempuan di Muna

Warga membelah perut ular piton yang berisi tubuh Wa Tiba, petani permpuan yang ditelan ular piton.

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Wa Tiba, seorang ibu rumah tangga warga Desa Persiapan Lawela, Kecamatan Lohia Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, ditemukan tewas dalam perut ular piton raksasa, Jumat (15/6/2018) pagi.

Wanita paruh baya ini tewas setelah ditelan hidup-hidup oleh seekor ular puton berukuran 9 meter di kebun jagung miliknya. Ular tersebut ditemukan warga Jumat pagi sehari setelah petsni perempuan ini dinyatakan hilang.

Peristiwa itu berawal ketika ibu dua anak ini pamit hendak membersihkan kebunnya Kamis malam tepat di malam takbiran.  Kebun jagungnya yang berjarak sekitar 1 kilometer dar rumahnya itu kerap dirusak hama babi jika tak dijaga.

Namun hingga pagi, jelang kedua anaknya hendak ke lapangan terdekat untuk Shalat Idul Fitri, Tiba belum juga tiba di rumahnya. Kedua anaknya panik. Mereka kemudian melapor ke Miranda (58), pamannya untuk membantu mencari ibu mereka.

Miranda kemudian menyusuri kebun saudaranya itu. Jejaknya mulai didapat. Sepasang sandal, senter, dan sebilah parang milik Wa Tiba ia temukan di semak-semak tak jauh dari kebun wanita paruh baya berusia 52 tahun itu.

Miranda makin curiga. Sebab ia melihat semak belukar teracak-acak di sekitar sitemukannya barang-barang milik Wa Tiba. Buru-buru ia masuk kampung minta bantuan. Ia gelisah. Firasat buruknya kalau saudara perempuannya itu diserang binatang buas, muncul.

“Saya kemudian pulang kembali ke kampung untuk minta bantuan warga mencari adik saya itu,” ujar La Miranda.

Ratusan warga ikut membantu. Mereka menuju lokasi hilangnya petani itu. Pencarian dipimpin Kepala Desa Lawela, Fariz. Jelang pukul 10 Wita, seorang warga, Ode Fendi, kaget dan menjerit. Pasalnya di balik semak-semak tak jauh dari tempat ditemukannya sepasang sendal milik Tiba, Fendi melihat seekor ular piton  tak bisa bergerak dengan perut membesar.

Ode Fendi berteriak memanggil rekan-rekannya. Warga yang sudah berada di sekitaran lokasi kemudian mengepung. Suasana mencekam. Mereka berusaha membunuh ular yang sudah tak leluasa bergerak karena kekenyangan, itu.

“Ular yang sudah tak leluasa bergerak itu kami kepung. Agar tak melawan, kepalanya kami potong,” kata Sofian, salah seorang warga yang ikut mencari.

Setelah ular berhasil dilumpuhkan, warga sepakat membelah perut ular itu untuk memastikan isinya. Warga terbelalak. Isi perut itu ternyata Wa Tiba. Tubuhnya  sudah kaku. Tulangnya remuk dibalut lendir.

Wa Tiba diduga tak sempat memberikan perlawanan. Diduga ular berukuran besar itu dengan cepat melumpuhkan ibu dua orang anak tersebut.

Kapolsek Katobu, Iptu Hamka memebanrkan peristiwa itu. Ia ia menduga, ular tersebut menyergap korban dengan gerakan cepat lalu koran dililit sebelum ditelan.

“Kami duga, korban langsung ditarik ke semak-semak, berjarak sekitar 30 meter. Disitu korban dililit lalu ditelan,” ujar Kapolsek Katobu.

Kapolsek juga mengakui, lokasi kebun tempat ditemukannya ular yang memangsa Tiba sebenarnya tidak ada kali atau sungai besar. Malah, di lokasi itu banyak bebatuan cadas.

“Menurut laporan warga, mereka memang sering melihat ular berukuran cukup besar,” tambahnya.

Warga pun heboh. Bahkan seantero nusantara. Apalagi video rekaman ditemukannya ular piton pemangsa manusia itu viral di dunia maya. Riuan  warga berduyun-duyun memadati kampung yang dihuni sebagian besar petani itu. Tak sedikit warga dari ibukota Kabupaten Muna juga lokasi desa berjarak 35 kilometer dari ibukota Kabupaten Muna, itu.

Menurut sejumlah warga, Tiba terbilang berani membuka lahan di kebun itu. Sebab di kawasan kebun tersebut diakui warga merupakan sarang ular piton. Sejumlah warga mengaku sering melihat ular berukuran besar di sekitar kebun. Bahkan ular-ular itu sering memangsa hewan berukuran besar seperti sapi.

“Pernah ada sapi milik warga di sekitar lokasi itu nyaris ditelan ular enam bulan lalu,” ujar Kepala Desa Persiapan Lawela, Faris.

Kata Faris, ular yang dilihat warga itu berukuran lebih besar dari ular yang memangsa Wa Tiba. Warga menduga, lokasi bebatuan gamping yang memiliki rongga-rongga di wilayah itu jadi sarang ular piton.

Warga desa lainnya juga sering membunuh ular dengan ukuran yang lebih kecil di sekitar rumah mereka. Lokasinya juga tidak begitu jauh dari kebun korban yang tewas ditelan ular. Di sekitar kebun korban, katanya  memang angker dan dijauhi warga.

Camat Lohia, Hajar Sosial membenarkan kabar angkernya lokasi kebun milik korban. Sejumlah kejadian yang dianggap warga tidak masuk akal sering terjadi di wilayah itu.

“Pernah ada seorang perempuan hilang. Pernah juga ada orang yang meninggal tiba-tiba di wilayah itu. Mayatnya ditemukan tergantung di sebuah pohon,” kisah Hajar Sosi.

 

Penulis : Asri Syahril/dbs

Pos terkait