INFOSULSEL.COM, MAKASSAR -Wakil Ketua Demokrat Sulsel, Andi Januar Jaury memuji program kemaritiman paslon Gubernur dan Wagub Sulsel Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar dibanding paslon lainnya.
Misi rumah produktif paslon nomor urut 4 jadi rujukan. Bahkan potensi sumber daya alam laut yang dimiliki Sulsel, dengan semboyan “Jalasveva Jayamahe” yang artinya di Laut Kita Jaya telah memandu gambaran visi kemaritiman yang menjadi visi paslon ini.
“Misi rumah produktif yang nantinya tersebar di seluruh kecamatan di Sulsel khususnya kecamatan pesisir, akan berperan pemberdayaan melalui optimalisasi sumber daya manusia setempat dengan sumber daya alam laut,” ujar Januar.
Persoalan kemaritiman, menurutnya tak bisa dipandang sebelah mata. Sebab fakta menunjukan bahwa 75 persen wilayah Sulsel adalah pesisir. Panjang garis pantainya, 1.993,7 kilometer (Km) dengan luas wilayah laut 94.399,85 Km persegi.
Selain itu terdapat 313 pulau-pulau kecil yang tersebar di 18 dari 24 Kabupaten/Kota pesisir yang ada di Sulsel.
“Ini merupakan potensi kemaritiman yang harus dikembangkan. Dari empat cagub Sulsel saya menilai hanya IYL-Cakka yang sangat memahami dimensi persoalan kemaritiman,” sebut Januar.
Hanya saja, kata dia, batasan kewenangan ada pada tingkatan otonomi dimana provinsi dibatasi hanya pada 0-8 mil.
“Tetapi yang eksploitasi sumber alam laut adalah masyarakat di kab dan kota. Di sinilah program rumah produktif khususnya di daerah pesisir akan berperan dalam pemberdayaan melalui optimalisasi sumber daya manusia setempat dengan sumber daya alam laut,” jelas Januar.
Tapi hal ini menanti kebijakan yang lebih produktif dan berkelanjutan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih nantinya.
“Selama ini masyarakat pesisir hanya menjual raw material dengan nilai rendah. Kehadiran rumah produktif akan bersinergi dengan dinas terkait,” sebut Januar.
Tujuannya, tentu untuk meningkatkan nilai tukar, khususnya nelayan setempat serta masyarakat sekitar yang akan dibekali keterampilan serta modal usaha.
Menurutnya, paslon nomor 4 juga akan melakukan upaya-upaya rehabilitasi sebagai penunjang ekosistim guna menjaga tingkat produksi sumber daya alam laut.
“Menjaga harga sektor perikanan melalui peningkatan volume ekspor agar seluruh hasil tangkapan bisa tetap bersandar di TPI yang tersebar di Sulsel. Sehingga ini bisa menjaga daya produksi untuk berkontribusi pada PDRB Sulsel,” ujarnya.
Program Rumah Produktif nantinya akan berfungsi sebagai pelayanan ijin-ijin alat transportasi laut, serta ijin berlayar untuk lebih memudahkan masyarakat pesisir dan pulau-pulau dalam berusaha di sektor kelautan dan perikanan.
Rumah produktif yang dilengkapi dengan 4 professor ini salah satunya menguasai perikanan laut yang akan mendorong volume perikanan yang beroriantaasi pada budi daya.
“Sehingga iklim usaha masyarakat masyarakat pesisir dan pulau-pulau akan meningkat dan aman,” katanya.
Menurutnya, paslon nomor urut 4 akan melakukan optimalisasi potensi geographic Sulsel yang menjadi gerbang Indonesia Timur sebagai hubungan perikanan nasional.
Penulis : Asri Syahril





