INFOSULSEL.COM,MAKASSAR – Foto form C1hasil perhitungan suara yang diduga terjadi manipulasi suara beredar luas di jelumlah medsos. Yang paling mencolok terjadi pada hasil rekapitulasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) 006 Kelurahan Bontoduri, Kecamatan Tamalate, kota Makassar dan TPS 025 Kelurahan Paccerakkang.
Di TPS ini yang seharusnya paslon nomor urut 1 kalah, tapi hasil real count KPU malah terbalik. Justru Kolom Kosong kalah telak dan hanya meraih 1 suara.

Sesuai hasil perhitungan suara oleh KPPS yang disaksikan ratusan warga usai pencoblosan pada Rabu (27/6/2018), di TPS tersebut paslon nomor urut 1 Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi hanya meraih 94 suara. Sementara Kolom Kosong dinyatakan menang dengan perolehan suara 138.
Anehnya, pada hasil real count KPU kota Makassar suara paslon nomor urut 1 berubah total. Bertambah sangat signifikan dari hanya 94 suara menjadi 238 suara. Sementara perolehan suara Kolom Kosong tergerus menjadi hanya 1 suara dari yang sebenarnya 138 suara.
‘’Kalau betul ini terjadi ini sudah kelewatan. Ada pihak-pihak yang tidak lagi netral. Mereka harus ditindaki,” tegas Roel, salah satu tokoh masyarakat di Bontoduri.


Masyarakat tidak hanya sekadar memprotes. Sebab mereka punya data akurat. Bukti yang dipegang warga adalah foto kertas model C1. Plano-KWK yang diabadikan usai perhitungan suara di TPS tersebut. Foto tersebut kini viral di media sosial dan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Indonesia.
Di TPS 006 yang disoal warga tersebut terdapat 237 jumlah suara sah dan suara tidak sah 7. Total warga yang datang memilih 239 orang.
Kasus serupa terjadi di TPS 025 Kelurahan Paccerakkang, kecamatan Biringkanayya. Di TPS ini juga disulap. Berdasarkan hasil real count KPU, Suara paslon 1 berkurang 43 dari yang seharunya 93 menjadi hanya 50. Sementara suara Kolom Kosong yang seharusnya 104 menjadi hanya 20 suara. Berkurang 84 suara.
Di TPS ini jumlah pemilih 298, pengguna hak pilih 205, suara sah 127 tidak sah 7. Jumlah ini tidak sesuai dengan lembar C1.Plano KWK yang sudah ditandatangani oleh KPPS setempat dan sempat diabadikan melalui rekaman video dan foto oleh warga.
Di Makassar ada 2670 TPS yang tersebar di 153 kelurahan. Sementara jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sesuai yang ditetapkan oleh KPU Makassar sebanyak 1.019.475.
“Untuk para komisioner KPU Makassar ketahui meski tidak memiliki saksi di TPS, namun atas inisiatif sendiri, warga di 2670 TPS di Makassar telah memiliki data akurat hasil perhitungan suara Pilwali Makassar. Kami punya hasil rekaman video dan foto C1.Plano KWK. Sehingga jika ada manipulasi data, ada bukti kami untuk melakukan protes,” tegas Ilham, salah satu tokoh pemuda di Makassar.
Ketua KPU Makassar, Syarief Amir yang berusaha dikonfirmasi, tiak berhasil. Nomor telepon selulernya yang selama ini dihubungi INFOSULSEL.COM, sudah tidak aktif. Begitu juga salah satu komisioner KPU Makassar, ramha Sayyed, juga tak bisa dihubungi. Pesan singkat yang dikirim lewat WhatsApp (WA) tak direspon.
Penulis : Asri Syahril





