INFOSULSEL.COM,MAKASSAR—Dugaan penyalahgunaan dana sosialisasi dan penyuluhan di kantor kecamatan se-Kota Makassar, mulai terendus. Nilainya, milyaran rupiah. Para pejabat, khususnya camat mulai ketar-ketir menjalani pemeriksaan di Mapolda Sulsel.
Penyalahgunaan anggaran ini sudah sampai pula ke telinga Walikota Makassar periode 2014-2019, Moh Ramdhan Pomanto. Walikota yang tengah cuti ini kembali akan bertugas mulai Senin (4/5/2018).
Kepada wartawan Danny mengaku banyak pejabat, terutama di kecamatan, yang sedang menghadapi pemeriksaan di Polda karena dugaan korupsi Anggaran Sosialiasi dan Penyuluhan.
“Senin nanti saya akan laporkan ke Pak Gubernur. Mereka ini harus dimutasi. Soal itu Pak Gubernur menyerahkan sepenuhnya kepada Walikota,” tegas Danny Pomanto.
Bukan tanpa alasan walikota yang telah meraih 136 penghargaan selama 4 tahun memimpin kota Makassar ini akan memutasi sejumlah pejabat bermasalah.
‘’Alasannya sederhana, agar mereka fokus pada pemeriksaan kasus-kasus korupsi yang tengah mereka hadapi,” kata walikota berlatar belakang arsitek ini.
Kasus korupsi anggaran sosialisasi dan penyuluhan saat ini jadi buah bibir masyarakat Makassar. Danny sendiri baru mengetahui kalau anggaran tersebut diduga disalahgunakan oleh sejumlah oknum pejabat.
“Berarti ini sudah berlangsung lama. Saya hanya tanda-tangani DPA kecamatan atas persetujuan DPRD Makassar. Dan saya juga baru tahu kalau ada permainan anggaran di situ,” aku Danny Pomanto.
Ayah tiga putri ini berjanji akan mengusut permainan anggaran itu setelah kembali bertugas sebagai walikota Makassar. Termasuk setoran-setoran. ”Harus ditahu itu setoran-setoran, kepada siapa mereka menyetor,” tegas Danny.
Salah satu camat yang dihubungi INFOSULSEL.COM mengakui dana sosialisasi dan penyuluhan tersebut tidak sekaligus cair. Pembayarannya per kegiatan. Nilai masing-masing kecamatan juga sama.
Hanya saja camat tersebut tak menyebut berapa nilai dana sosialisasi dan penyuluhan yang ia kelola tahun anggaran (TA) 2017 maupun 2018.
‘’Tabe, nanti saya hubungi ki. Saya lagi benahi mobilku dulu di bengkel,” kata camat tersebut lalu buru-buru memutuskan sambungan telepon.
Penulis : Asri Syahril





