INFOSULSEL.COM,MAKASSAR – Polda Sulsel mengerahkan 3.200 personil untuk mengamankan rapat pleno terbuka rekapitulasi perhitungan suara dan penetapan pemenang Pemilihan Walikota Makassar, sekaligus penghitungan suara pemilihan Gubernur Sulsel di tingkat kota Makassar.
Rapat pleno KPU kota Makassar berlangsung selama dua hari, Kamis dan jumat (5-6/7/2018 di Hotel Max One, Jalan Taman Makam Pahlawan, Makassar dijaga ketat oleh petugas gabungan TNI dan Polri.
Kepala Polrestabes Makassar Kombes Irwan Anwar mengatakan, dari 3.200 personel keamanan, 2.400 anggota Polri dan 800 personel TNI. Sebagian besar ditempatkan di lokasi rapat pleno terbuka. Pengamanan dilakukan secara berlapis.
Selain itu, personel keamanan juga ditempatkan di Kantor KPU, Panwaslu dan Bawaslu, dan kantor-kantor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).
“Pengamanan ini untuk mengantisipasi potensi kerawanan. Termasuk mengantisipasi terjadinya benturan para simpatisan pasca putusan. Ini lantaran sebelumnya sudah ada frame siapa yang menang melalui hasil hitung cepat,” jelas Kombes Anwar.
Pantauan INFOSULSEL.COM, pengamanan berlapis dimulai dari bagian selatan jembatan yang menghubungkan Jalan Batua Raya, Abdullah Daeng Sirua dan Jalan Taman Makam Pahlawan atau berjarak sekitar 200 meter dari Max One Hotel sampai ke bagian utara tak jauh dari pintu gerbang Balai Latiha Kerja Industri (BLKI).
Di sekitar Hotel Max One, terlihat, personel gabungan TNI dan Polri dari berbagai kesatuan. Diantaranya, Sabhara, Brimob, Kodim 1408/BS dan petugas berpakaian premen. Mereka melakukan penjagaan berlapis. Di depan dan dalam areal hotel terparkir belasan mobil polisi. Aparat keamanan dilengkapi baju rompi anti peluru dan dilengkapi senjata laras panjang.
Rapat pleno terbuka KPU Makassar dipimpin ketuanya, Syarif Amir dibantu empat komisioner KPU Makassar. Agenda rapat dimulai dengan penghitungan suara Pilgub Sulsel pada 15 kecamatan se-kota Makassar. Setelah itu dilanjut dengan rekapitulasi akhir Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar.
Sebelumnya pada rekapitulasi perhitungan suara tingkat kecamatan, hasilnya dimenangkan oleh Kolom Kosong. Dari 15 kecamatan, pasangan calon tunggal Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi hanya mengumpulkan 264.421 suara. Sedangkan masyarakat yang memilih kotak kosong sebanyak 300.629 suara.
Hasil itu tidak jauh berbeda dengan hasil hitung cepat pada hari pemungutan suara, 27 Juni lalu. Lembaga survei Celebes Research Center (CRC) yang mengambil sampel 200 TPS. Hasilnya, perolehan suara kotak kosong menang 53,47 persen.
Penulis : Asril





