INFOSULSEL.COM,MAKASSAR — Merasa terpanggil untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya perempuan dan anak, Hj Hasjunna Hamid bertekad maju menjadi anggota DPRD Maros pada Pemilihan Legislatif (Pileg) April 2019 mendatang.
Ibu tiga anak ini membuktikan keseriusannya. Ia masuk dalam daftar 35 bakal calon legislatif (Bacaleg) Partai Demokrat yang sudah terdaftar di KPU Maros, sejak Selasa (17/7/2018).
Hj Una, sapaan istri Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat kota Makassar ini mengungkapkan, tekadnya maju jadi legislator DPRD Maros karena merasa terpanggil untuk memperjuangkan kaum hawa dan anak.
“Untuk memperjuangkannya, saya harus berada di dalam legislatif. Karena itu Pileg 2019 adalah moment yang tepat untuk bisa mewujudkan misi itu,” ucapnya.
Sebagai tokoh muda, Una ingin ikut berperan membangun dan memajukan Kabupaten Maros sejajar dengan daerah-daerah lain di Indonesia, baik dibidang pendidikan, kesehatan dan perekonomian.
Tidak hanya hanya itu. Perempuan yang juga aktif melatih karate di perguruan Black Phanter ini melihat potensi besar di sektor pariwisata, pertanian, perikanan dan tambang di Kabupaten Maros yang belum dikelolah dengan baik.
Untuk itu ia memohon doa restu serta dukungan dari seluruh masyarakat Maros. Khususnya masyarakat di Kecamatan kecamatan Mandai dan Marusu yang masuk dalam kecamatan Daerah Pemilihan (Dapil) Maros 5.
“Tanpa doa restu dan dukungan masyarakat, tidak akan mungkin niat tulus saya ini bisa tercapai,” ujar istri dari Wakil Ketua DPRD kota Makassar ini.
Bagi perempuan berusia 42 tahun ini dunia politik bukanlah hal baru baginya. Sebab di keluarga besarnya ia dikelilingi para politisi ulung. Sang suami tercinta, misalnya adalah legislator dua periode di DPRD Makassar.
Hj Una baru terpanggil ikut kontestasi pada Pileg kali ini karena selama ini selain sibuk mengurusi tiga putra-putrinya. Waktunya juga tersita mengurus beberapa perusahan miliknya.
Perempuan kelahiran 26 September 1976 yang dikenal mandiri dan gemar dengan olahraga beladiri ini yakin bisa meraih satu kursi di parlemen. Keyakinannya itu didasari oleh pengalamannya mendapingi sang suami yanag berkecimpung di dunia politik.
Alumni Tehnik dan Manajemen Industri Universitas Muslim Indonesia (UMI) tahun 2000 ini sadar betul Dapil tempatnya bertarung merupakan salah satu Dapil berat di kabupaten Maros. Namun Hj Una optimis mampu menggapai cita-citanya meraih satu kursi pada Pileg 2019.
‘’Saya optimis bisa lolos. Apalagi periode lalu tidak ada wakil perempuan dari Partai Demokrat yang duduk di DPRD Maros. Bagi saya tidak ada politisi kawakan. Dalam berjuang. Semua Caleg punya peluang yang sama,” tegas alumni SMA Atirah tahun 1994 ini.
Menurutnya, pendekatan dan komunikasi dengan masyarakat adalah kunci utama. Dan itu sudah ia lakukan jauh sebelum saya menjadi politisi.
Perempuan yang mengelolah beberapa perusahaan ini sangat yakin betul bisa mewujudkan impiannya itu. Apalagi Partai Demokrat merupakan partai yang cukup dikenal dan dekat dengan masyarakat Maros.
Pada Pileg 2014, dari empat Dapil di kabupaten Maros, Demokrat hanya mendudukan tiga wakilnya. Masing-masing H.Sudirman, Amirullah Nur dan Akbar Endra. Nama terakhir akan maju pada Pileg DPRD Sulsel.
Menurutnya, partai besutan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono ini juga punya potensi besar menarik suara publik. Apalagi idealisme politik Demokrat lebih kuat dibanding partai lain.
Dengan memantapkan niat, selain dukungan keluarga dan kerabat, serta berbagai pertimbangan, Una yang dikenal tegas, vokal dan tanpa kompromi dalam menegakkan kebenaran dan keadilan ini benar-benar telah siap mengambil segala risiko untuk maju sebagai wakil rakyat.
Menurutnya, terjun kedunia politik dan maju sebagai Caleg, adalah salah satu ruang untuk mewakafkan diri demi kemajuan masyarakat Maros.
Baginya partai politik (Parpol) adalah rumah bagi para calon pemimpin bangsa. Karena itu ia serius menjadi politisi karena peluang menjadi pemimpin terbuka lebar.
Meski begitu ia mengaku risiko menjadi politisi juga sangat besar. Seperti juga profesi lainnya. Suka dukanya, pasti ada.
‘’Sukanya karena di Parpol peluang menjadi pemimpin bangsa ini sangat besar. Dukanya, harus sabar menghadapi masyarakat yang semakin kritis,” sebut Una.
Una ingin menjadi wakil rakyat setelah melewati proses pertimbangan yang panjang. Apalagi ia punya bekal pengalaman sebagai aktivis kala masih menjadi mahasiswa, salah satunya aktiv sebagai pengurus HMI Cabang Makassar di era 1995-1996.
‘’Rasanya akan ada kepuasan batin ketika terlibat langsung dalam penentu kebijakan dan memperjuangkan kepentingan rakyat kecil di parlemen,” ungkapnya.
Ia bercita-cita akan mewujudkan demokrasi yang murah dan kampanye yang rendah biaya. Una bertekad akan memberikan pendidikan politik pada rakyat.
“Nyaleg itu tidak selalu identik dengan bagi-bagi sembako atau duit, tapi justru dengan bertukar pikiran,” katanya.
Penulis : Sri Syahril





