Lakukan Perpeloncoan Siswa, Guru dan Kepsek Akan Dibebastugaskan

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR— Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono membuka secara resmi kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat SMA dan SMK se-Sulawesi Selatan, di Rujab Gubernur, Jl Sungai Tangka, Kamis (19/7/2018)

Kegiatan MPLS ini akan berlangsung selama tiga hari, Kamis – Jumat, (19 – 21 Juli 2018)

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo mengatakan untuk kegiatan MPLS tahun ini tak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Siswa baru akan diperkenalkan mengenai lingkungan sekolah yang baru.

“Pertama sumber belajar, karakteristik sekolah, kelebihan sekolah, seumpamanya kegiatan PMR dan Paskibraka. Juga ada bimbingan pendidikan anti narkoba,” kata Irman usai acara pembukaan MPLS.

Terkait pengawasan kegiatan MPLS akan dilakukan secara berjenjang, mulai dari pengawas di setiap sekolah, cabang Dinas dan tim panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Bagi sekolah yang melakukan perpeloncoan akan diberikan sanksi berat.

“Sanksinya berat kalau ada perpeloncoan, senior juga kena. Kepala sekolah dan guru juga, sanksinya mulai dari peringatan sampai dengan pencopotan dari jabatan atau dibebastugaskan,” tegasnya.

Sanksi tegas ini berlaku bagi guru dan kepala sekolah yang terbukti melakukan tindakan perpeloncoan atau mengada-ada, seperti kucir rambut dan bully. Untuk itu pihaknya berharap kejadian tersebut tak terjadi selama masa MPLS.

Sementara itu, Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono berharap kegiatan MPLS bisa membentuk karakter siswa didik yang baik. Sumarsono menyebutkan tahun ini pelaksanaan PPDB di Sulsel merupakan yang terbaik secara nasional.

“Perlu anak kita ditanamkan soal budi pekerti, sehingga sopan santun dan adat timur tetap terjaga. Perlu diberikan keteladanan, terutama dari guru dan kakak kelas mereka,” pungkasnya.

Penulis: Mirsan
Editor: Yudhi

Pos terkait