INFOSULSEL.COM, MAKASSAR— Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 tingkat SMA dan SMK telah berakhir. Tahun ini Dinas Pendidikan Sulsel menyiapkan kuota penerimaan di SMA 78,801 orang dan SMK 45,465. Kuota ini khusus untuk sekolah negeri, diluar swasta dan Madrasah Aliyah.
Hanya saja sampai berakhirnya, PPDB baik jalur akademik, afirmasi, khusus dan domisili. Masih ada beberapa sekolah yang kuota siswanya belum tercukupi. Terutama pada jenjang SMK.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo mengatakan dari 110 ribu kuota yang disiapkan, masih ada 10 ribu yang lowong. Ini tersebar di beberapa sekolah yang ada di 24 kabupaten-kota.
“Ada dua proses yang akan dilakukan, pertama yang kosong karena yang lulus tidak melakukan daftar ulang. Serta sekolah yang memang kurang pendaftarannya,” katanya usai pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Rujab Gubernur Sulsel, Kamis (19/7/2018).
Untuk sekolah yang kuotanya kurang karena ada yang tidak melakukan daftar ulang, Disdik memberikan kesempatan bagi mereka yang masuk peringkat selanjutnya. Jika sudah tak ada daftar tunggu, akan dibuka pendaftaran secara online.
Sementara sekolah yang memang pendaftarnya kurang. Akan dibuka penerimaan langsung dengan sistem online. Pendaftaran gelombang ketiga ini dibuka sejak Kamis hingga Sabtu mendatang.
“Rata-rata sekolahnya ada di pelosok, seperti di Toraja Utara. Bagi siswa yang lulus gelombang ketiga ini, tentu tidak mengikuti MPLS. Mereka akan diberikan coaching langsung oleh guru pembimbing, karena jumlahnya tidak banyak,” ungkapnya.
None panggilan akrab Irman Yasin Limpo menyebutkan pelaksanaan PPDB tahun ini menimbulkan banyak masalah. Terutama pada penerapan sistem zonasi yang belum dipahami oleh sebagain orang tua siswa.
Tak hanya itu, dari segi pendaftaran jumlahnya juga mengalami kenaikan. Di tahun 2017 lalu, pendaftar mencapai 80 ribu orang. Sementara tahun ini mengalami peningkatan signifikan.
“Di gelombang pertama untuk jalur akademik, afirmasi dan khusus jumlah pendaftar sekitar 50 ribu. Di jalur domisili sekitar 110 ribu. Sementara lulusan SMP kita sekitar 157 ribu, kemungkinan ada 3 ribu siswa dari luar Sulsel,” jelasnya.
Penulis: Mirsan
Editor: Yudhi





