Resmikan PLTB Sidrap, Jokowi Jamin Komitmen Pemerintah 23% Energi Listrik Terpenuhi di Tahun 2025

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR— Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dijadwalkan meresmikan pengoperasian Pembangkit listrik bertenaga angin di Sidrap.

PLTB Sidrap berkapasitas 75 MW resmi masuk ke sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan pada 4 April 2018.

Pembangunan pembangkit ini seiring dengan semangat pemerintah untuk meningkatkan porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) mencapai 23 persen dari total bauran energi nasional pada 2025.

“Saya kira kita punya potensi besar, pengembangan panas bumi potensi 29 ribu MW, baru dikerjakan kurang lebih 2 ribu artinya 10 persen. Di Sulsel misalnya selain tenaga bayu, ada geotermal, gas alam dan surya” kata Presiden Jokowi, pada Senin (2/7/2018).

Jokowi mengungkapkan kondisi angin sangat mendukung untuk pembangunan PLTB. Dalam kesempatan tersebut, dirinya menjamin komitmen pemerintah untuk memenuhi angka 23 persen energi listrik terbarukan di 2025 akan terpenuhi.

“Saya lihat baling-balingnya muter semua artinya angin di sini cukup, serasa di Belanda kayak di Eropa tapi kita di Sidrap. Dengan peresmian ini kita ingin memberikan komitmen bahwa 23 persen di 2025 bisa tercapai,” lanjutnya.

Saat ini sebanyak 30 Wind Turbin Generator (WTG) yang terpasang pada PLTB Sidrap telah menghasilkan energi listrik untuk Sistem Sulawesi Bagian Selatan. Pembangkit yang berlokasi di Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan ini menggunakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekitar 40 persen dan menyerap sekitar 1150 tenaga kerja.

Di lahan seluas 100 hektar, telah terpasang 30 turbin yang memiliki ketinggian 80 meter dan baling-baling sepanjang 57 meter. Daerah ini kini menjadi salah satu wisata untuk masyarakat di Sulawesi Selatan yang berjarak sekitar 150 km dari Kota Makassar.

Selain PLTB Sidrap, kelistrikan di Sulawesi Bagian Selatan juga akan disupplai oleh PLTB Tolo, Jenepoto milik Independent Power Producer (IPP) berkapasitas besar yakni 72 MW di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Groundbreaking pembangkit ini juga akan dilaksanakan esok oleh Presiden Jokowi.

“Pembangunan pembangkit ini relatif cepat sehingga infrastruktur lain juga harus dipercepat, seperti transmisi dan gardu induk (GI),” kata Direktur Human Capital Management PLN Muhammad.

PLTB ini memiliki 20 turbin dengan kapasitas masing-masing mencapai 3,6 MW. Proses pengangkutan material turbin dari Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar ke lokasi site melalui medan yang cukup sulit dikarenakan panjangnya truk khusus pengangkut kincir PLTB. Bilah kincir berukuran 64 meter dengan lebar 5 meter, sedangkan tinggi tiangnya mencapai 185 meter.

Secara teknologi, PLTB Tolo, Jeneponto memiliki kemampuan yang sama dengan PLTB Sidrap. Namun energi listrik yang dihasilkan per turbin lebih besar dibanding PLTB Sidrap karena perbedaan kondisi angin di masing-masing lokasi.(*)

Penulis: Mirsan
Editor: Yudhi

Pos terkait