Kisah Andi Akib, Peserta KB Pria dari Bunga Ejayya, Tallo

Andi Akib saat dikukuhkan jadi motivator KB pria di Kecamatan Tallo.(DOK)

INFOSULSEL.COM,MAKASSAR — KB pria alias vasektomi telah banyak dilakukan di kota-kota besar. Termasuk di 15 kecamatan yang tersebar di kota Makassar. Salah satunya, kecamatan Tallo. Daerah ini  menjadi daerah dengan akseptor vasektomi terbanyak kedua setelah Kecamatan Tamalate.

JUMAT (10/8/2018) pagi sekelompok orang berkumpul di Baruga Kelurahan Boenga Ejayya Beru, Kecamatan Tallo, kota Makassar. Mereka  hadir untuk mengikuti pelatihan KB untuk pria.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini merupakan salah satu dari sekian banyak program yang dicanangkan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Makassar yang dinakhodai Daniel Pakambanan.

Dari sekian banyak yang hadir ada satu laki-laki di antara mereka. Dialah Andi Akib. Lelaki kelahiran 1976 ini merupakan salah satu peserta KB pria yang hari itu juga dinobatkan sebagai motivator KB Pria di kecamatan Tallo.

Tallo adalah kecamatan kedua terbesar kepesertaan KB prianya setelah Kecamatan Tamalate. Kedua kecamatan ini juga dinilai cukup berhasil. Kadis PPKB, Daniel Pakambanan dalam rangka menekan laju pertumbuhan penduduk di Makasar yang terbilang cukup besar. Dua kawasan ini juga merupakan daerah yang memiliki kawasan padat penduduk.

Data jumlah penduduk kota Makassar pada 2017 berjumlah  1.769.920 jiwa. Rata rata laju pertumbuhan penduduk 2014-2015 mencapai  1,41 persen.  Jauh dari propinsi  Sul sel yang hanya 1,05 persen.

“Ini tantangan besar bagi kita dimasa yang datang  menemukan solusi  bagaimana  menekan laju pertumbuhan di kota Makassar, ” kata Daniel Pakambanan.

Delapan tahun sudah Andi Akib menjadi akseptor KB pria. Selama itu pula ia tidak pernah merasaka ada kelainan seksualitasnya.

‘’ Dulu pinggang saya sering sakit. Badan sering lemas. Juga tidak bisa bekerja berat. Setelah saya ikut KB pria dengan vasektomi sejak 8 tahun lalu ada perubahan dengan stamina saya. Badan saya malah lebih segar dibandig sebelum vasektomi,” ungkap Andi Akib.

Sebagai peserta KB ayah empat anak ini sering menjelaskan kepada keluarga dan tetangganya apa itu vasektomi.

‘’Alhamdulillah sudah banyak yang paham.Bahkan tidak sedikit teman saya, keluarga saya dan tetangga saya yang mulai ikut KB pria,” ungkap Akib.

Akib mengaku awalnya ia mendapat hambatan dalam mensosialisasikan vasektomi KB pria, Bahkan ada yang beberapa kali diberi penjelasan, namun masih juga tidak yakin. Penolakan seperti itu bukan hal asing buat Akib. Kebanyakan pria yang dimotivasi menolak dengan berbagai alasan.

”Paling banyak karena takut pada mitos kejantanan berkurang, badan jadi mudah capek, dan yang paling parah adalah anggapan bahwa vasektomi sama dengan kebiri,” kenang ayah empat anak ini.

Padahal, Akib sudah hidup sebagai akseptor vasektomi selama lebih delapan tahun. Tapi, tak satu pun mitos tersebut terbukti. Kalaupun ada yang kejantanannya ‘tak bisa berdiri’, itu terjadi karena berbagai faktor di luar operasi vasektomi.

”Biasanya itu karena faktor psikologis dan ekonomi. Lagi marah sama istri, misalnya,” tutur warga Jalan Tinumbu, lorong 142 ini.

Peran istri diakui Akib sangat penting dalam mengambil keputusan untuk vasektomi. Saat kali pertama menerima KB pria, ia mendapat dorongan dari sang istri. Dia memutuskan untuk ikut KB karena iba melihat istrinya yang selalu kesulitan saat melahirkan.

Pria yang dikenal ‘sombere’ (peramah ) dan sangat akrab dengan tetangganya ini mulai ikut KB sejak tahu 2010.

Menjadi akseptor KB pria, Akib sudah menunjukkan bakat sebagai motivator. Melihat semangatnya, dan kader KB lain melakukan sosialisasi KB pria, akhirnya ia didaulat jadi motivator.

‘’Sosialisasi KB pria menjadi program saya agar lonjakan penduduk tidak meningkat pesat. Selain itu tentu saya juga harus menunggu perintah dari Dinas PPKB,” katanya.

Ia berharap bisa semakin menginspirasi banyak orang dari berbagai daerah. Terutama daerah yang padat penduduk dan masih kurang dalam hal edukasi.

Seberapa ampuh vasektomi dalam mencegah kehamilan?

Vasektomi adalah salah satu jenis kontrasepsi yang paling efektif. Tingkat keberhasilannta mencapai 99 persen. Artinya, hanya kurang dari 1 di antara 100 orang wanita yang hamil setelah satu tahun pria menjalani prosedur vasektomi.

Jenis-jenis vasektomi

Ada dua jenis vasektomi, yaitu vasektomi konvensional dan vasektomi tanpa pisau bedah.

Manfaat vasektomi

Vasektomi merupakan salah satu metode kontrasepsi dengan tingkat kesuksesan yang tinggi.

Efek samping dan gangguan yang timbul juga sangatlah minim. Vasektomi tidak akan mempengaruhi tingkat testosteron, ereksi, klimaks, libido, atau hal-hal lain yang berhubungan dengan kehidupan seks.

 

Penulis : Asri Syahril

 

Pos terkait