INFOSULSEL.COM,MAKASSAR — Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahetera (UPPKS) Kota Makassar ikut partisipasi dalam pameran hasil produk unggulan dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tahun ini.
Pameran yang digelar di Taman Pakui Sayang, Jalan AP Pettarani mengangkat tema menuju ekonomi kuat dan mandiri dengan UPPKS, Senin (6/8/2018).
Kelompok UPPKS Makassar yang diwakili dari kelurahan Pannampu yang diketuai Nuraeni ini memamerkan hasil olahan laut. Diantaranya abon ikan, otak otak tenggiri, sambal tuna, udang windu dan ikan bandeng tanpa tulang’

UPPKS adalah kelompok swadaya masyarakat yang dbentuk untuk mendorong terbentuknya keluarga sejahtera. Kelompok ini dibina langsung oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (PPKB) kota Makassar yang dipimpin Daniel Pakambanan selaku Kepala Dinas.
‘’Salah satu misi UPPKS adalah mendorong dan meningkatkan pendapatan keluarga. Caranya, melalui kegiatan ekonomi kreatif. Kegiatan ini akan mendorong terbentuknya keluarga sejahtera. Melalui kegiatan peningkatan pendapatan di dalam UPPKS, edukasi mengenai program keluarga berencana dimasukkan di dalam setiap pelaksanaan pendampingan oleh tim pendamping KB,” jelas Daniel Pakambanan saat dimintai komentarnya terkait UPPKS, Senin (6/8/2018).
Daniel yang sukses membina dan mengelola Lorong KB hingga menjadi percontohan program nasional ini menjelaskan Lorong KB merupakan salah satu program inovasi PPKB kota Makassar. Saat ini lorong KB sudah ada di setiap kelurahan di kota ini. Melalui program Lorong ini dilakukan penyuluhan langsung terkait KB, pencegahan pernikahan dini, kebersihan lingkungan serta kegiatan UPPKS.
“Semangat dan pemikiran program Lorong KB, Pemkot Makassar sangat sejalan dengan program nasional Kampung KB. Persoalan KB bukan hanya menyangkut masalah jarak kelahiran, namun juga berkaitan peningkatan kesejahteraan warga, kualitas hidup manusia, derajat kesehatan dan pendidikan,” kata Daniel.
Beragam sarana dan prasarana tersedia di Lorong KB untuk menunjang peningkatan ketahanan keluarga melalui program Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL) serta Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja, Bank Sampah, serta sarana Usaha Peningkatan pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS).
Keberadaan Lorong KB memberikan dampak yang positif bagi perubahan di masyarakat. Selain warganya yang aktif dan sudah sadar dengan menerapkan program KB, juga sadar akan pentingnya menjaga kebersihan. Sehingga sikap menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah di mana-mana, menjadikan lorong binaan ini tampak bersih nyaman dan asri.
“Bahkan keberadaan sampah bukan masalah lagi karena bisa mendapatkan pendapatan dengan ditabung di Bank Sampah. Setiap lorong KB juga dapat memiliki Badan Usaha Lorong (BULO) sehingga dapat semakin meningkatkan kesejahteraan keluarga,” papar Daniel.
Penulis : Asri Syahril





