BerkualitasINFOSULSEL.COM,MAKASSAR — Kepala Dinas Penanggulangan Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) kota Makassar Daniel Pakambanan memboyong para penyuluh KB se kota Makassar pada kegiatan puncak Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) di Taman Pakui Sayang Jalan AP Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (6/8/2018).
Acara yang dirangkaikan dengan pencanangan Bakti Sosial (Baksos) TNI Manunggal KB Kesehatan dan Bhayangkara KB kesehatan tingkat provinsi Sulsel ini dihadiri seluruh OPD KB se Sulsel.
Penjabat (Pj) Gubernur Susel Soni Sumarsono hadir membuka acara ini. Hadir pula para unsur Forkompinda Sulsel, Deputi Bidang KBKR Sulsel dan para Bupati dan Walikota se Sulsel.
Soni Sumarsono menjelaskan KB Kesehatan itu sudah diintegrasikan dalam pos yandu. “Karena itu disebut pos pelayanan terpadu dengan sistem 5 meja. 1 sampai 4 kesehatan, 5 itu pelayanan KB,” jelas Soni.
Menurutnya peningkatan dan penurunan gizi bisa dilihat dari keaktifan pos yandu. Pos Yandu aktif juga bisa diukur dari aktivitas PKK.
‘’Kenapa gizi di beberapa desa di Sulsel cederung terpuruk? Itu karena pos yandunya tidak aktif,” ungkap Soni.
Ia menyebut ada empat unsur yang harus bergandengan. Yaitu kesehatan (Puskesmas), KB, PKK dan pemberdayaan masyarakat desa. Karena itu ia telah menginstruksikan untuk melakukan revitalisasi pos yandu di Sulsel dalam rangka peningkatan KB Kesehatan.
Terkait Harganas, Soni menjelaskan tujuannya adalah untuk investasi generasi berkualitas. Caranya dengan KB. Hasilnya akan dirasakan 20-an tahun ke depan.
“Ini investasi generasi anak di masa depan. KB dan pelayanan kesehatan dimulai dari ibu hamil sampai melahirkan, balita sampai dewasa dan seterusnya,” urai mantan Pj Gubernur DKI Jakarta ini.
Penulis : Asri Syahril





