INFOSULSEL.COM, MAKASSAR— Harga daging dan telur ayam terus mengalami kenaikan hingga menembus harga Rp50 ribu/rak dan daging ayam sampai Rp703 ribu perkilogram.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sulsel, Abdul Azis mengatakan harga ini akan kembali normal satu bulan ke depan atau tepatnya bulan September. Itu setelah ayam petelur yang ada di peternak kembali normal.
“Kemarin saat Idul Fitri banyak ayam petelur yang masih produktif dijual, akibatnya produksi turun 10 persen. Ini karena harga daging ayam yang meningkat saat itu dan peternak cenderung menjual ayam petelur mereka,” kata Abd Azis, pada Kamis (2/8/2018).
Penyebab lain harga daging ayam dan telur mengalami kenaikan adalah larangan pemerintah pusat untuk menggunakan zat adiktif seperti AGP. AGP ini merupakan obat yang bisa mempercepat pertumbuhan ayam.
“Kalau dulu untuk ayam pedaging dengan menggunakan zat adiktif dalam waktu 35 haru sudah bisa mencapai berat 1 Kg. Sekarang, tanpa zat itu butuh sampai 45 hari. Belum lagi harga pakan yang semakin naik,” jelasnya.
Pihaknya menyebutkan saat ini peternak sedang melakukan peremajaan ayam petelur dan pedaging. Diperkirakan bulan September stok dan harga daging dan telur ayam kembali normal.
Penulis: Mirsan
Editor: Yudhi





