Jeritan Hati PK5 yang Hendak Digusur di Depan Kampus UNM

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Rencana penggusuran lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di depan Menara Phinisi Kampus universitas Negeri Makassar (UNM)  mendapat reaksi dari berbagai pihak. Para pedagang pun  angkat bicara.

Salah satunya, Nasaruddin. Lelaki  berusia 70-an tahun ini sudah berjualan hampir 40 tahun. Dari hasil jualan yang modalnya tidak seberapa itu ia bisa menghidupi keluarganya. Meski hanya pas-pasan.

“Dulu saya pernah bekerja di salah satu perusahaan. Tapi saya memutuskan untuk berhenti bekerja dan mulai membuka warung jualan di tahun 1980 sampai sekarang,” ungkap pria yang akrab disapa Pak Nas ini.

Menurutnya, rencana penggusuran oleh pihak Kampus UNM terhadap lapak miliknya itu menyalahi aturan. Alasannya, karena lahan yang digunakan berjualan bukan milik UNM tapi milik Pemerintah Kota Makassar.

“Saya sudah lama berjualan disini. Lokasi tempat saya berjualan adalah milik pemkot Makassar. UNM tidak punya hak untuk menggusur,” cetus Nas saat ditemui, Jumat (26/10/2018).

Pria yang hampir menginjak usia 80 tahun ini berharap Rektor UNM bijak dan memikirkan rencannya yang akan menggusur pedagang kecil di depan kampus UNM.  Putusan yang sewenang-wenang itu tentu saja bisa merugikan rakyat kecil.

”Pak rektor atau pak siapa namanya, mungkin bisa biak. Jangan karena sudah hidup enak, kami rakyat kecil diperlakukan semena-mena,” ujarnya.

 

Penulis: Rhenno

Editor : Asri Syahril

Pos terkait