INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Perusahaan Daerah (PD) Parkir Makassar Raya menggagas penataan parkir berbasis elektronik (e-parking). Sistem tata parkir ini bakal menjadi solusi dari rawannya parkir liar di Kota Makassar. Jika dikelolah dengan baik omsetnya bisa sampai rp 200 miliar, melebihi PDAM.
“Ini merupakan rancangan dari PD Parkir agar penataan tata parkir di ruas Kota Makassar bisa sebanding dengan banyaknya kendaraan yang ada,’’ jelas Direktur Utama PD Parkir, Satriani Ulfa, saat ditemui di sebuah cafe di bilangan Jl. Ujung Pandang, Selasa (16/10/2018).
Sebagai langkah permulaan, PD Parkir akan bekerja sama dengan PT. Kinarya Terbaik Indonesia dan berencana akan membangun 25 produk Terminal Parkir Elektronik.
“Nantinya tersebar di sepanjang ruas Jl. Penghibur, Jl. Somba Opu, dan Jl. Kartini,” papar Dirut PD Parkir yang belum sebulan menjabat ini.
Selain penataan parkir elektronik, kedepannya akan digunakan sistem pembayaran non tunai. Proyek ini direncanakan akan dioperasikan pada Januari 2019 mendatang.
Sebelumnya, Fifi sapaan akrab Dirut Parkir menemui Walikota Makassar Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto di kediamannya, Jl. Amirullah, Senin, (15/10/2018) lalu. Ia ditemani Direktur Umum (Dirum) Nikolaus Beni dan rombongan PT. Kinarya Terbaik Indonesia dan Bank Jawa Barat (BJB) yang bakal menjadi mitra kerja PD Parkir Makassar.
PT. Kinarya Terbaik Indonesia merupakan pengembang Terminal Parkir Elektronik akan bekerjasama dengan PD Parkir. Sementara Bank BJB kedepan akan mensupport identitas Jukir elektronik (berfungsi ATM), termasuk kostum.
Danny Pomanto mensupport PD Parkir melakukan pembenahan. Dengan harapan, sistem yang diterapkan memperhatikan aspek pemberdayaan dan pembinaan juru parkir (Jukir). Apalagi Danny menyebut jika dikelola dengan baik potensi parkir di Makassar bisa mencapai Rp.200 miliar.
”Bahkan bisa lebih besar dari PDAM,” kata Danny.
Penulis: Rhenno.
Editor : Asri Syahril





